MENJADI LEBIH BAIK

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang
shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi
perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera” (Qs.
Al-Hajj : 23)

Iklan

Oleh : Riana Ratno Juwita

Assalamualaikum, Happy weekend semuanya. Sudah lama nih saya absen dari blog ini. insyaaAllah hari ini saya akan mulai mengisi beranda blog saya lagi.

Bagaimana kabar kalian, bagaimana hari-hari kalian, semoga selalu menyenangkan dan membahagiakan; yang sedang patah hati semoga segera bangkit, ingat bahwa katanya yang patah akan tumbuh kembali. Atau yang sedang menanti, yang sedang memperjuangkan, semoga selalu diberikan kemudahan untuk segala cita dan harapan kita tentang masa depan.

Sebentar, saya ambil kopi dulu sebelum memulai sharing sederhana.

Nah oke, mari kita mulai. Tulisan ini saya buat bukan untuk menggurui, hanya sekadar berbagi cerita yang semoga ada kebaikan di dalamnya yang bisa kita jadikan pelajaran. Karena seperti pepatah bilang bahwa orang pintar adalah mereka yang mampu menjadikan setiap kejadian adalah pembelajaran berharga untuknya, namun orang cerdas adalah mereka yang mampu menjadikan pembelajaran atas setiap kejadian pada kehidupan orang-orang sekitarnya.

Hari itu, cuaca di luar cukup panas, namun aku masih dibuat nyaman dengan suhu ac dalam ruangan kerja, sekitar pukul 13.00 wib, waktu setelah istirahat jam makan siang, meja kerja yang tidak ada sekatnya, membuat pandangan kami memang mudah untuk mengetahui keadaan kami sedang sibuk atau tidak, aku terbilang orang yang tidak banyak bicara dalam lingkup pekerjaan, sekadar jika ada kepentingan saja; kecuali kepada mereka yang sudah sangat dekat denganku, tanpa diminta, aku akan bercerita dengan senang hati.

“Na, sini deh” katanya, sebuah panggilan akrab yang membuatku nyaman untuk bercerita.

Aku segera menggeser kursi, menyiapkan diri untuk mendengarkan apa yang ingin diintruksikan. Namun rupanya dugaanku salah, ia melanjutkan obrolan diluar dari apa yang kupikirkan.

“Dulu, kamu seperti ini gak?”
“Seperti ini bagaimana, ya?”
“Dengan pakaian syarimu?” Aku diam sejenak, “Engga, masih baru. Mungkin semenjak kuliah”, kataku. “Apa yang membuat kamu jadi ingin seperti ini?”

Sebuah pertanyaan yang sering kuterima dari orang-orang yang menanyakan proses hijrahku. Dan proses hijrahku ini dimulai dari rasa lelah yang tiada henti, kebimbangan tentang apa yang sebenarnya kucari, yang bermula dari seseorang yang menginspirasi kehidupanku; dia adalah kakak sepupuku, seorang perempuan yang memiliki wajah cantik, kepintarannya mampu menjadikannya orang yang sangat dijaga oleh perusahaan tempat ia bekerja, tetapi ia tidak pernah menghilangkan peranya sebagai perempuan muslimah.

Pakaian syari-nya tidak membatasi ia dalam beraktivitas, kesibukannya dalam bekerja tidak menurunkan semangatnya untuk tetap memperbagus kepamahamannya tentang ilmu agama, ia paham bahwa kelak ia akan menjadi seorang ibu rumah tangga, menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya, dan semua itu tidak didapatkan dengan hanya berdiam diri di rumah, ia memperluas ilmu dan wawasannya, ia menjadikan setiap orang adalah peluang untuknya belajar, belajar dan terus belajar. Begitu yang aku simpulkan, sebuah jalan yang menarik pikiran dan keinginanku untuk merasakan hal serupa.

“Jadi hijrahmu bukan karena ditinggalin seseorang, atau patah hati?” katanya lagi, “setiap orang memiliki jalannya, terkadang banyak orang hijrah dari masa lalu yang kelam setelah dipatahkan harapannya oleh manusia, dan menurutku itu hal yang sangat baik. memangnya kenapa?” aku balik bertanya dengan serius.

Jadi begini, obrolan kami menjadi sangat serius…

Selama kami bercerita, aku menangkap banyak kekhawatiran di dalam dirinya, sebuah solusi sangat dibutuhkan olehnya, karena ia khawatir keputusan-keputusannya akan berdampak tidak baik kepada orang yang ia cintai.

Setelah hijrah, dia tidak sehangat dulu

Adalah sebuah kalimat yang mengusik pikiran dan menjadi bahan renungan untukku, banyak dari kita melupakan satu hal; bahwa hijrah adalah proses, proses untuk terus menjadi baik dan memberikan yang terbaik, berpindah dari masa yang kurang baik menjadi lebih baik, bukankah begitu?

Yang mulanya tidak suka menyapa dan memberikan salam kepada orang yang dijumpainya, setelah hijrah menjadi yang paling rajin menyampaikan salam kepada orang-orang yang dijumpainya. Yang semula selalu memasang muka masam, dan sedikit menyeramkan hehe, setelah hijrah wajahnya berubah menjadi ceria dan senang menebar senyuman. Yang semula selalu mengurung diri dan memisahkan diri dari orang-orang, setelah hijrah menjadi orang yang paling senang dalam menyambung tali silaturahmi. Bukankah seharusnya begitu?

Namun, banyak dari kita yang ternyata tanpa sadar telah membalik situasi tersebut. Sebelum hijrah dikenal dengan orang yang sangat ramah, ceria, santun dan menyenangkan banyak orang, namun setelah hijrah berubah menjadi orang yang sering melontarkan perkataan-perkataan menyakitkan untuk saudaranya, wajahnya jadi tak seceria dahulu, tidak se-ramah dahulu, atau kita sebut tidak sehangat dahulu, sebelum ia hijrah. Dan ungkapan tersebut tidak sedikit yang kudengar
dari mereka, orang-orang terdekat yang merasa kehilangan.

Mari, tanya lagi kepada hati, tentang kenapa dan mengapa?

Jika alasannya adalah untuk menjaga diri agar tidak tergerus lagi kepada masa lalu yang telah membawanya jauh meninggalkan Allah, maka lakukanlah, menghindar dari situasi jika kita merasa belum mampu menahan diri, menghindar untuk menjaga, bukan menghindar lalu menghilang dan memutus silaturahmi, kelak saat kita telah siap kembali, temui lagi kawan lama kita, ajak mereka berdiskusi santai sambil meminum teh atau kopi, jadilah orang yang paling menyenangkan untuk mereka, sebab boleh jadi Allah menunjukmu untuk menjadi sumber perubahan untuk orang-orang terdekatmu.

Namun, apakah hal serupa perlu kita lakukan terhadap orang tua kita?

Menghindar, mengurung diri, membatasi komunikasi dengan orang tua kita ketika kita hijrah dengan alasan mereka tak mengerti. Sehingga tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir atas proses hijrah anaknya. Karena katanya, setelah hijrah; anakku jadi sering berdiam diri di kamar, jarang ngobrol, diajak diskusi engga mau, engga semangat mengejar cita-cita, dll. Sebuah ungkapan yang aku terima siang itu dari seseorang, aku melihatnya dengan kacamata anak kepada orang tua. Ya, dia sedang merasa bahwa ia dan istrinya sedang kehilangan anaknya, setelah anaknya memutuskan untuk hijrah.

Setelah hijrah, tidak lagi mendengarkan musik, adalah baik. setelah hijrah, tidak lagi berpacaran, adalah baik. setelah hijrah, tidak lagi membicarakan aib orang lain, adalah baik. setelah hijrah, berusaha menghindari riba, adalah baik. setelah hijrah, kepahaman ilmunya dan akhlaknya semakin baik. itulah hijrah, meninggalkan sesuatu yang buruk dimasa lalu, dan mencoba
memperbaikinya dimasa kini dan masa yang akan datang.

Setelah hijrah, tdak menjadi penghakim ditengah kesalahan orang lain, sehingga kita lupa bahwa Allah pemilik segala hati manusia, Allah mampu membolak balikan hati kita, Allah mampu mencabut nikmat hidayah dari dalam hati kita. Setelah hijrah, menjadi semakin yang paling baik akhlaknya kepada orang tua, bukan sebaliknya. Setelah hijrah, kepahaman ilmu agama menjadikan kita lebih mengerti tentang hak-hak yang harus kita berikan kepada Allah, sesama muslim, dan kepada orang tua atau keluarga.

Mari kita bunuh penomena bahwa hijrah adalah pintu orang-orang berubah menjadi tidak menyenangkan, bunuh penomena yang boleh jadi meresahkan kerabat dan keluarga kita. Jadikan orang-orang berbondong-bondong untuk hijrah. Sebab hijrah bukan hanya tentang diri kita, tetapi tentang bagaimana kita dapat mengajak orang-orang yang kita cintai untuk melakukan hal serupa.

Sangat menyenangkan, jika orang tua kita berkata, setelah hijrah, anak kami akhlaknya semakin baik, pemahaman ilmu agamanya semakin baik, wajahnya selalu berseri, tutur katanya sangat santun, sehingga kami pun ingin belajar bersama-sama dengannya. Dan begitupun dengan kerabat kita.

Saat kita memutuskan untuk hijrah dari masa lalu yang kelam, berarti kita telah siap dan harus siap menerima setiap ujian dalam prosesnya, dan setiap ujian tersebut semata-mata agar kita mampu
menjadikan pelajaran untuk kita berpikir, ujian ada untuk menguji kesungguhan, ujian ada sebagai bentuk bahwa kita layak untuk naik kepada tingkatan atau level berikutnya, mari kita berlomba-lomba untuk menjadi pribadi yang paling bermanfaat, berlomba-lomba dalam setiap hal kebaikan semata-mata untuk mengharap ridha-Nya.

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera” (Qs. Al-Hajj : 23)

Karena kopiku sudah habis, jadi kuakhiri sharing sederhana ini, tidak ada maksud untuk menggurui, sebab diri ini hanyalah fakir ilmu yang berusaha untuk tetap bermanfaat dengan cara yang bisa dilakukan.

See you next post

God, I Miss You

“Jika saat ini banyak orang yang pergi meninggalkanmu sebab kamu lebih memilih-Nya. Maka jangan khawatir, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Allah akan mengirim banyak orang untuk menemanimu. Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu, jangan pernah takut”

Oleh : Riana Ratno Juwita

“Jika saat ini banyak orang yang pergi meninggalkanmu sebab kamu lebih memilih-Nya. Maka jangan khawatir, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Allah akan mengirim banyak orang untuk menemanimu. Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu, jangan pernah takut”

Aku masih berdiri tegap menatap ribuan kendaraan dari atas jembatan penyebrangan, mengamati tiap gedung yang menjulang tinggi bak ingin mencakar langit, melihat tiap orang berlalu lalang dengan kesibukannya, dan aku masih terus bertanya pada diri tentang apa yang sebenarnya kucari dalam hidup ini. Sesekali aku menghela nafas, ada yang hilang dalam diri ini, aku kehilangan sesuatu yang entah itu apa, aku tertunduk dan ingin menangis namun lagi dan lagi aku tak pernah tahu aku menangis karena apa. Tiba-tiba ponselku berdering, sebuah nama yang tak lagi asing terpajang di layar ponselku, aku bergegas pergi meninggalkan kebingunganku.

“Woy kemana aja lu, gua teleponin juga sok sibuk banget sih” Dinda berteriak setelah melihatku.

“Gua tadi ada perlu”

“Yaudah cepet duduk”

“Hari ini kita ke puncak ya” Kata Sasi.

“Gua gak ikut” aku menjawab tak berselera.

“Lho kenapa?”

“Besok gua kuliah pertama, Sas”

“Ahelah cuma juga kuliah, bolos sekali gpp kali, norak banget lu”

“Gua balik ya, lagian gua juga capek, lu ke puncak pasti buat pesta miras doang kan” Aku berdiri untuk segera pergi.

“Lha emang mau ngapain lagi kalau bukan pesta miras, lu gak kasian sama Dinda, dia baru putus cinta. Ayolah temenin dia buat happy sehari aja”

Aku bergegas pergi meninggalkan mereka, entah mengapa aku benar-benar sedang tak berselera dengan semua rencana mereka, hatiku terus saja dirundung kesedihan.

 

***

Pagi-pagi sekali aku sudah duduk di lobi kampus, ramai orang berlalu lalang. Ya, ini adalah hari pertama yang harus kujalani di dunia baru, menjadi mahasiswa di sebuah kampus swasta kota bekasi. Kuamati tiap orang yang ramai bercerita dengan kelompoknya masing-masing, ada pula mahasiswa tingkat akhir yang sibuk dengan coretan kertas sakral mereka yang didapat dari dosen-dosen pembimbing.

“Kak, kalau ruang 302 di mana ya?” Aku tersentak saat sadar seseorang sudah berdiri dihadapanku.

“Di atas, satu lantai lagi”

“Oh yaudah terima kasih, Kak”

“Eh, lu mahasiswa baru juga?” aku mencegahnya untuk pergi.

“Iya hehe”

“Kalau gitu, bareng deh. Gua juga sama nih”

Aku berjalan dengannya, menaiki tiap anak tangga. Sebut saja dia Karin, seorang anak rantau dari kota Purwekerto. Tidak banyak hal yang kita perbincangkan saat itu, aku dengannya hanya bertukar nomor ponsel sebagai tanda basi-basiku tadi. Kulihat Karin adalah anak baik-baik, dia gadis lugu, aku melihat keluguan itu dari matanya, dari cara dia berbicara dan dari caranya memperlakukan setiap orang. Dia sangat santun dan melihatnya membuatku merasa tenang.

Hari terus berlalu, tidak ada yang istimewa di mataku selama menjadi mahasiswa baru. Segala yang ku terima dan kurasakan hanyalah datar, tidak ada yang berbeda sedikitpun kecuali kedekatanku dengan Karin. Aku bosan dan sedikit muak dengan inginku sendiri.

“Lu jenuh gak?” Aku memecah kesunyian

“Engga kok, kenapa?” Karin menutup buku miliknya dan kali ini dia mulai mengamatiku.

“Kok gua selalu ngerasa bosan ya dengan hidup gua. Gua ngerasa ada yang hilang tapi gak pernah tahu apa yang hilang itu. Gua selalu merasa sepi haha”

“Ra, kamu punya teman?”

“Teman gua banyak, Kak”

Karin terdiam sedikit lebih lama.

“Aku pernah mengikuti sebuah kajian, ada hal yang memang akan membuat seseorang terkadang merasa sepi, sendiri, dan bosan dalam menjalani kehidupan” Karin menatapku dengan baik.

“Apa?” Aku bersemangat menanti jawaban darinya.

“Katanya, boleh jadi hal tersebut disebabkan karena di hati kita tidak ada Allah”

Aku tersenyum picik, bukan karena benci dengan jawaban Karin. Namun mungkin memang benar itulah penyebabnya. Aku diam, tidak ada lagi yang ku bicarakan, hanya sesekali mengamati Karin yang sibuk dengan buku bacaan miliknya. “boleh jadi hal tersebut disebabkan karena di hati kita tidak ada Allah” perkataan itu terus saja terngiang, bahkan sampai aku di rumah aku terus saja teringat dengan perkataan Karin.

Hidupku begitu bebas dan keras, aku memang terlahir dari keluarga yang tidak pernah mengajariku tentang agama yang ku yakini yaitu islam. Aku mengenal islam hanya secara garis besar. Entah mengapa sudah hampir satu bulan berlalu aku selalu seperti ini, menjadi cemas dan sangat merasa kesepian. Namun tak bisa kupungkiri bahwa bersama dengan Karin sedikit mengobati kesepian dan kesedian yang selalu hadir di dadaku.

Aku meraih ponsel, dan bergegas menghubungi Karin untuk menemuiku malam itu. Ada begitu banyak yang harus ku ceritakan kepadanya. Mungkin saja aku memang hanya butuh teman untuk kuajak bicara. Sebab di rumah, aku memang tak pernah berbaur dengan yang lain. Mereka mengenalku sebagai gadis introvert.

“Kenapa, Ra” Karin duduk dihadapanku. Aku sungguh tenang melihatnya.

“Kita pesan minum dulu ya” Kataku.

Aku diam sejenak, menarik napas begitu panjang untuk sekedar bicara.

“Kak, kenapa kamu pakai jilbab panjang dan gamis?” Aku bersungguh-sungguh menanti jawaban Karin. Seperti biasa, ia selalu tersenyum lembut sesaat sebelum menjawab setiap pertanyaanku.

“Kerudung yang kupakai saat ini adalah perintah dari-Nya yang harus kujalani. Begitupun dengan pakain gamis yang saat ini kugunakan adalah karena perintah-Nya. Kamu tahu tidak, dalam alquran Allah memerintahkan setiap muslimah yang sudah baligh untuk menutup auratnya. Tidak sekedar menutup dengan asal-asalan, melainkan Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat dengan kerudung, Allah pun bahkan memerintahkan kita untuk mengulurkan kerudung kita hingga menutup dada” tuturnya.

“Lalu baju yang kamu gunakan apakah perintah Allah juga?”

“Betul. Allah memerintahkan kita untuk mentup aurat dengan sempurna. Menggunakan pakaian yang tidak menyerupai seperti pakaian laki-laki dan tidak pula menggunakan pakaian yang akan membentuk lekuk tubuh kita”

“Mengapa harus seketat itu?” Tanyaku lagi.

“Allah tidak membuat aturan yang ketat untuk kita. Allah hanya menjaga kita, sebab kita sangat berharga di mata islam. Sebab islam sangat memuliakan kaum hawa atau perempuan, seperti kita ini”

Aku diam dengan jeda yang cukup lama, kutarik nafasku panjang-panjang dan kututurkan kembali inginku kepadanya.

“Aku ingin berubah, beri tahu aku hal apa yang harus kuperbaiki lebih dulu agar hidupku tidak selalu seperti ini?”

“Perbaiki sholatmu” aku diam, menahan tangis yang ingin kutumpahkan begitu saja.

Setelah malam itu, aku banyak belajar dengan Karin. Tentang islam yang santun, tentang adab, tentang banyak hal yang baru ku ketahui setelah bertemu dengannya. Bagiku, Karin adalah jawaban yang Allah kirim dari kebimbangan dan kegelisahanku selama ini. Pelan-pelan aku mulai disibukan dengan banyak hal, kajian umum, kajian khusus, organisasi dan banyak hal yang kulalui dengan Karin. Hidupku seolah berbeda 99%. Aku sudah tidak lagi menemui teman-teman lamaku yang sering sekali mengajakku untuk bermaksiat, minum-minuman keras atau bermesraan dengan lawan jenis disembarang tempat.

Aku sempat membenci masa laluku yang buruk bahkan sangat menjijikan itu, namun Karin mengajariku untuk menerima masa lalu sebagai pembelajaran terbaik di dalam kehidupan. Sebab katanya, tanpa berbuat kesalahan aku tidak akan tahu sebuah kebenaran. Inilah jalan hijrahku, hijrah dari pribadi buruk kepada pribadi yang kuharap lebih baik lagi, hijrah dari ketidak tahuan tentang islam menjadi tahu dan mengerti.

Hijrahku tidak sesingkat cerita ini, jalan yang begitu panjang harus kulalui. Terutama meyakinkan keluargaku bahwa aku tidaklah mengikuti suatu aliran sesat. Ya, saat aku memutuskan untuk menggunakan jilbab panjang, pakain gamis atau pakain yang cukup besar agar tidak membentuk lekuk tubuhku, keluargaku panik dan mengira bahwa aku adalah korban dari penucian otak para teroris. Sungguh, hal ini teramat menyakitkan untukku, sebab nyatanya baru kusadari bahwa kami benar-benar buta tentang agama, hingga yang benar masih sangat asing di mata kami.

Lagi dan lagi, aku bersyukur Allah mengirim satu orang yang mampu membawa perubahan untuk kami, adalah dia sahabat yang sangat kucintai, Karin. Dengan sabar Karin memberi pengertian, dan penjelasan kepada keluargaku. Ia tidak berdakwah dengan lantang seperti di mimbar untuk mengatakan ini sesuai ajaran islam atau tidak. Tapi Karin memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan dakwahnya, adalah dengan tuturnya yang santun dan lemah lembut, juga dengan kesabarannya.

Empat bulan aku perlu bergelut dengan kecurigaan keluargaku, hingga akhirnya setelah itu lambat laun mereka paham dan mengerti bahwa memang inilah perintah Allah yang harus kujalani. Benar kata Karin, bahwa saat setiap hamba yang memiliki niat baik, maka Allah akan memudahkan jalannya, maka Allah akan membukakan beribu-ribu pintu kebaikan yang lain untuknya, dan itulah yang aku rasakan. Aku bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki niat dan keinginan yang sama yaitu cinta dan ridha-Nya. Meski teman lamaku banyak sekali yang pergi, mencaci perubahanku, dan menuduh bahwa aku telah mengikuti satu aliran sesat.

“Ra, jika saat ini banyak orang yang pergi meninggalkanmu sebab kamu lebih memilih-Nya. Maka jangan khawatir, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Allah akan mengirim banyak orang untuk menemanimu. Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu, jangan pernah takut”

Itulah pesan yang akan selalu kuingat dari Karin. Tidak terasa, perjalanan hijrahku dimulai sejak aku duduk di bangku perkuliahan semester awal, hingga akhirnya saat ini setelah kami lulus, aku harus menerima satu kenyataan yang sulit kuterima, adalah berpisah dengan Karin. Ia pulang dan kembali menetap di Purwekerto, menjalani hari baru bersama keluarga tercintanya, jika bisa aku ingin ikut dengannya, menjadi adik yang selalu ingin tahu banyak tentang islam darinya, sebab bagiku Karin bukan sebatas sahabat, namun ia adalah kakak yang tak pernah bisa kumiliki.

Hari ini aku tahu tentang apa yang pernah hilang dari hatiku, tentang apa yang membuatku selalu gelisah dan merasa tak tenang, adalah karena aku melupakan-Nya. Nyatanya yang kubutuhkan selama ini bukanlah pergaulan yang semakin hits, bukan sebuah lingkungan yang hanya menawariku segudang kebahagiaan yang menyesatkan. Lebih dari itu, rupanya aku hanya membutuhkan ketenangan hati dan jiwa, dan semua itu mampu aku dapatkan hanya dengan mengingat-Nya.

Aku percaya, tidak akan ada yang selamanya menetap bersamaku kecuali Allah. Seperti dalam buku M. Irfan Hidayatullah mengatakan bahwa hidup ini adalah lingkaran penuh. Dari pagi kita akan bertemu pagi. Dari senang kita akan bertemu senang, dan dari tiada kita akan bertemu tiada. Begitulah kehidupan, segalanya hanya sementara, namun kuharap cintaku pada-Nya tidaklah sementara, namun abadi hingga menuju jannah-Nya. Aamiin.

“Ra, Allah itu mudah lho memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka hari ini, genggam dan rawat baik-baik hidayah yang Allah beri untukmu”

Seperti yang pernah Karin katakan kepadaku, bahwa setiap waktu aku tidak boleh melupakan salah satu doa yang harus kupanjatkan selalu Kepada Sang Khalik, adalah Hidayah, Ketaqwaan, kesehatan dan kekayaan. Maka benar adanya bahwa yang termahal di dunia ini adalah hidayah dan keistiqomahan hati. Bagi mereka teman-temanku yang masih saja sama, menghabiskan waktu dengan berpoya-poya, minum-minuman keras, dan berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahromnya, aku tidak akan pernah mencaci mereka sebab boleh saja esok Allah karuniakan hidayah kepada mereka seperti Allah karuniakan hidayah tersebut kepadaku. Hati ini berada dalam genggaman-Nya, jika aku sombong dengan perubahanku saat ini, aku khawatir Allah akan membolak-balikan hatiku untuk kembali menjadi aku di masa lalu. “Doakan mereka, sebab doa adalah senjata terbaik seorang muslim.”

Inilah jalan hijrahku, tidak ada jalan yang berlau dengan mulus begitu saja. Akan selalu ada ujian untuk menguji kesungguhan. Tidak akan sepenuhnya kita dihadapkan dengan orang-orang yang mencintai kita dan mendukung kita, selalu ada mereka yang membenci dan ingin menjatuhkan kita begitu saja, dan itu wajar. Sebab baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, orang yang sangat muliapun tetap ada saja yang membenci. Inilah hidup dan kehidupan yang fana, tidak ada bahagia yang abadi, sebab bahagia yang abadi letaknya hanya di surga, dan tidak ada kesengsaraan yang abadi, sebab kesengsaraan yang abadi letaknya hanya di neraka.

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Pacaran, Nanti Nyesel !

Time to say goodye

Oleh : Riana Ratno Juwita

Bismillahirrohmannirrohim…

Sudah lama nih gak nulis lagi di blog, setelah sekian lama saya sok sibuk dengan rutinitas pekerjaan yang nyaris menyita waktu dan pikiran, maka kali ini saya akan kembali membereskan rumah saya di sini. Bagaimana, kalian rindu tidak? Hehe. Oke, pada tema kali ini saya akan mengajak teman-teman semua untuk jangan pacaran sebelum nikah, hehe. Kenapa? Jawabannya hanya satu, nanti nyesel!

Sejauh ini, apa sih keuntungan dari pacaran itu sendiri? Ya, jika teman-teman berpikir bahwa pacaran itu ada untungnya, its okey mungkin masih kehasut sama tetangga sebelah (setan). Tapi coba bandingkan lebih banyak untung atau ruginya. Sejauh ini, dari hasil riset saya dan pengalaman saya tentang pacaran sebelum nikah, ternyata banyak banget ruginya, bahkan 100% rugi. Kerugian terbesar adalah dosa yang kita tanggung. Jujur, jujur nih, saya yang banyak dosa ini, yang dosanya belum tentu diampuni Allah, masa mau nambah dosa lagi dengan satu perbuatan yang Allah benci, pacaran. Memangnya kita, aku atau kamu akan kuat menanggung siksa api neraka-Nya? 😦

Kerugian lain yang jelas-jelas sudah kita tahu adalah buang-buang waktu, pacar kita belum tentu jodoh kita, banyak cerita yang saya dapat dari teman-teman, mereka berpacaran bertahun-tahun, menghabiskan banyak waktu dan kegiatan dengan si doi, tapi pada akhirnya menikah dengan yang hanya baru mereka kenal satu bulan saja. Rugi gak sih? Rugi banget kan, bertahun-tahun jagain jodoh orang, yang mungkin saja selama bertahun-tahun itu pernah berpegangan tangan, jalan bareng, nonton bareng dan masih banyak hal yang dilakukan, kasian gak sih sama suami/istri kita di masa depan nanti? Segala yang dilakukan dengan suami/istri sudah menjadi tidak asing lagi karena pernah dilakukan dengan orang lain yang jelas-jelas belum tentu jodoh kita.

Tapi, gak sedikit kok yang pacaran bisa sampai nikah. Ah iya benar banget, tidak sedikit yang pacaran kemudian berujung dengan pernikahan. Kita tahu, bahwa pernikahan adalah suatu ibadah, di mana segala hal yang dilakukan setelah menikah akan bernilai ibadah, tapi masa iya sebuah ibadah akan kita jemput dengan jalan yang diharamkan oleh Allah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa setelah menikah Allah akan mengampuni dosa-dosa kita ketika pacaran dulu. Tidak ada yang bisa menjamin sama sekali.

Stop pacaran, nanti kamu nyesel…

Pacaran itu bikin kita tidak produktif, bikin masa muda kita yang seharusnya menyenangkan hilang, bayangin deh mau main bebas bareng teman-teman susah karena sering banget digangguin sama si doi, apalagi kalau si doi ternyata posesif banget, kamu susah main dan bergaul dengan banyak orang, kamu susah menambah relasi seluas-luasnya, kamu akan susah sekali bergerak dan menjadi produktif, karena pacaran sebelum menikah adalah titik dan pusat hancurnya masa muda dan masa depan kamu. Percaya atau engga percaya, ini real banget.

Mending single, tau-tau nikah…

Engga masalah kalau kita memilih untuk sendiri, dan tidak pacaran karena takut murka Allah. Mau diledekin teman, engga masalah. Mau dikatain jomblo, engga masalah. Boleh jadi yang diam-diam gak pacaran ini tau-tau sebar undangan sama mereka yang udah pacaran bertahun-tahun tapi engga nikah-nikah. Eh. Selain itu, dengan kamu memutuskan untuk tidak pacaran waktumu akan banyak kamu gunakan untuk orang-orang terdekatmu, seperti orang tua, keluarga, sahabat dan teman. Setiap malam minggu, yang punya pacar jalan sama pacarnya, boncengan, nonton, duit habis, dapat dosa, eh tahu-tahu seminggu kemudian putus, sakit gak? Sakit banget. Tapi yang memilih untuk tidak pacaran, boleh jadi malam minggunya digunakan untuk hal-hal positif, ada yang nulis sampai bisa menghasilkan satu buah buku, ada yang mengajak orang tuanya makan di luar, ada yang silaturahmi dengan teman-teman lamanya, hal ini jauh lebih baik dan boleh jadi ada pahala yang kita dapat.

Jadi, sejauh ini masih mau tetap pacaran? Boleh saja, tapi nanti ya setelah menikah agar berkah dan bernilai ibadah. Jangan berikan hatimu pada dia yang bukan hakmu, jangan berikan waktumu untuk dia yang hanya berani mengajakmu berzina, tapi tidak berani mengajakmu untuk beribadah. Laki-laki yang baik tidak akan mengajakmu menempuh jalan yang Allah benci, dan perempuan yang baik tidak akan mendukungmu melakukan hal tersebut.

Mulai saat ini, fokuslah untuk memperbaiki diri, mempercantik diri dihadapan Allah, dan menciptakan segudang prestasi. Agar saat kamu tua nanti, kamu akan dengan bangga menceritakan berbagai pengalamanmu ketika kamu masih muda, sehingga anak-anakmu akan mencontoh prilaku baikmu.

Jika aku sudah terlanjur pacaran bagaimana? Engga masalah, kuy putusin aja. Move on and come back to Allah, mohon ampun dan mintalah kekuatan dan keistikamahan hati kepada Allah. Masa lalu kita adalah cermin agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan, kesalahan di masa lalu masih dapat kita perbaiki selama Allah masih memberi kita kesempatan, maka hari ini adalah kesempatan, esok adalah kesempatan, lusa adalah kesempatan untuk terus berjuang istikamah di jalan-Nya. Sampai kapan? Sampai semua skenario kehidupan ini bertemu dengan garis finishnya masing-masing.

Jangan mau, punya mantan pacar!

TINGKAT TERENDAH PENDUDUK SURGA Hadist ke- 199 – 120

Anas meriwayatkan bahwa Nabi bersabda : “Setiap Nabi pernah meminta suatu permintaan, atau beliau bersabda – setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedangkan aku ingin menyimpan doaku sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari dan Muslim, Hadist ke-122)

 Anas berkata, “Muhammad telah bercerita kepada kami, ‘Jika hari kiamat tiba, maka manusia satu sama lain saling bertumpukan. Mereka kemudian mendatangi Adam dan berkata, ‘Tolonglah kami agar mendapat syafaat Rabbmu.’ Namun Adam hanya menjawab, ‘Aku tak berhak untuk itu. Datangilah Ibrahim, sebab dia adalah Khalilurrahman (Kekasih Ar-Rahman).’

Lantas mereka mendatangi Ibrahim, namun sayang Ibrahim berkata, ‘Aku tak berhak untuk itu, coba datanglah Musa sebab dia adalah nabi yang diajak bicara oleh Allah (Kalimullah).’ Mereka pun mendatangi Musa, namun Musa berkata, ‘Saya tidak berhak untuk itu, coba mintalah kepada Isa sebab dia adalah roh Allah dan kalimah-Nya.’ Maka mereka pun mendatangi Isa. Namun Isa juga berkata, ‘Maaf aku tak berhak untuk itu. Cobalah kalian temui Muhammad.’

Mereka pun mendatangiku sehingga aku berkata, ‘Aku kemudian meminta izin Rabbku dan aku diizinkan. Allah mengilhamiku dengan pujian-pujian yang aku pergunakan untuk memanjatkan pujian terhadap-Nya, yang jika puji-pujian itu menghadirkanku sekarang, aku tidak melafalkan puji-pujian itu. Aku lalu tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah berfirman ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah engkau akan diberi. Mintalah keringanan, engkau akan diberi keringanan.’

Maka aku menghiba ‘Wahai Rabbku, umatku-umatku.’ Allah menjawab, ‘Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.’ Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberi syafaat. Kemudian aku kembali memuji Rabbku dan aku memanjatkan puji-pujian tersebut, kemudian aku tersungkur sujud kepada-Nya. Lantas ada suara, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah, engkau akan diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Umatku, Umatku.’ Maka Allah berfirman, ‘Pergi dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada sebiji sawi keimanan.’

Maka, aku pun pergi dan mengeluarkannya. Kemudian aku kembali memanjatkan puji-pujian itu dan tersungkur sujud kepada-Nya. Lantas Allah kembali berkata, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah, engkau akan diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Wahai Rabbku, umatku, umatku.’ Maka Allah berfirman, ‘Berangkat dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman meskipun jauh lebih kecil daripada sebiji sawi.’ Maka aku pun berangkat dan mengeluarkan mereka dari neraka.”

Tatkala kami pulang dari tempat Anas, aku katakan kepada sebagian sahabat kami, “Duhai, sekiranya saja kita melewati Al-Hasan (yang sedang menyepi di rumah Abu Khalifah).” Lantas kami menceritakan kepada Al-Hasan tentang apa yang telah diceritakan Anas Bin Malik kepada kami. Selanjutnya kami pun menemuinya dan mengucapkan salam. Ia mengizinkan dan kami katakan “Wahai Abu Sa’id, kami datang menemuimu setelah kami kembali dari saudaramu, Anas Bin Malik. Belum pernah kami dengar sebagaimana yang ia ceritakan kepada kami tentang syafaat.” Lantas ia berkata, “Hei.”

Maka hadist tersebut kemudian kami ceritakan kepadanya (Al-Hasan), dan berhenti sampai pada akhir kisah seperti yang kami ketahui. Namun tiba-tiba ia berkata, “Hei….!” hanya sampai situ?” kami jawab, “Dia tidak menambahkan apapun lagi.” Lantas ia berkata, “Sungguh dia pernah menceritakan kepadaku hadist itu (secara sempurna) kepadaku dua puluh tahun yang lalu. Aku tidak tahu apakah dia lupa atau tidak suka jika kalian kemudian pasrah.” Kami lalu berkata, “Wahai Abu Sa’id, tolong ceritakan kepada kami.”

Al-Hasan kemudian tertawa seraya berkata, ‘Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa. Saya tidak menyebutnya selain saya akan menceritakannya kepada kalian. Anas telah menceritakan kepadaku sebagaimana dia ceritakan kepada kalian. Nabi berkata, ‘Kemudian aku kembali untuk keempat kalinya dan aku memanjatkan dengan puji-pujian itu kemudian aku tersungkur sujud dan diserukan, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Ucapkan, engkau didengar. Mintalah, engkau diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, izinkanlah bagiku untuk orang-orang yang mengucapkan la ilaha illallah.’ Maka Allah menjawab, ‘Demi kemulian, keagungan, dan kebesaran-Ku, sungguh akan aku keluarkan siapa saja yang mengucapkan la ilaha illallah.’” (HR. Bukhari dan Muslim : 119).

Abu Hurairah mengisahkan bahwa Rasulullah diberi sepotong daging. Maka beliau pun mengangkat lengannya dan beliau menyukai daging itu hingga beliau menggigitnya. Setelah itu beliau bersabda, “Aku pemimpin manusia pada hari kiamat, tahukah kalian kenapa? Allah akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang akhir dalam satu tanah lapang. Seorang penyeru akan menyeru mereka, pandangan menembus mereka dan matahari mendekat. Duka dan kesusahan manusia sampai pada batas yang tidak mampu mereka pikul. Orang-orang saling berkata satu sama lain, ‘Apa kalian tidak melihat yang telah menimpa kalian, apakah kalian tidak melihat siapa yang memberi kalian syafaat kepada Rabb kalian.’

Orang-orang saling berkata satu sama lain, ‘Hendaklah kalian menemui Adam.’ Mereka lantas menemui Adam seraya berkata, ‘Engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya. Meniupkan Ruh-Nya padamu, dan memerintahkan para malaikat bersujud padamu. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Adam berkata kepada mereka, ‘Rabb ku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan seperti itu sesudahnya. Dulu Dia melarangku mendekati pohon tapi aku durhaka. Oh diriku, oh diriku, oh diriku. Pergilah pada selainku, pergilah ke Nuh.’

Mereka mendatangi Nuh lalu berkata, ‘Hai Nuh, engkau adalah Rasul pertama untuk penduduk bumi. Allah menyebutmu sebagai hamba yang sangat bersyukur. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat apa yang menimpa kami?’ Nuh berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah berdoa keburukan untuk kaumku. Oh diriku, oh diriku, oh diriku. Pergilah kepada selainku. Pergilah ke Ibrahim.’

Mereka mendatangi Ibrahim lalu berkata, ‘Wahai Ibrahim, engkau Nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Ibrahim berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah berdusta tiga kali – Abu Hayyan menyebut ketiganya dalam hadist ini. Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah ke Musa.’

Mereka menemui Musa lalu berkata, ‘Wahai Musa, engkau utusan Allah. Allah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Musa berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah membunuh jiwa padahal aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah ke Isa.’

Mereka mendatangi Isa lalu berkata, ‘Hai Isa, engkau adalah utusan Allah. Kalimat-Nya yang disampaikan ke Maryam, ruh dari-Nya, engkau berbicara pada manusia saat masih berada dalam buaian. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak melihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Isa berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya (namun ia tidak menyebut dosanya). Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah keselainku, pergilah ke Muhammad.’

Mereka mendatangi Muhammad lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah, penutup para Nabi, dosa mu yang telah lalu dan yang kemudian telah diampuni. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami?’ Lalu aku pergi hingga dibawah ‘Arsy. Aku tersungkur sujud pada Rabbku lalu Allah memulai dengan pujian dan sanjungan untukku yang belum pernah disampaikan pada seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti kau diberi. Berilah syafaat, niscaya kau diizinkan untuk memberi syafaat.’

Maka aku mengangkat kepala ku, Aku berkata, ‘Wahai Rabb, umatku. Wahai Rabb, umatku.’ Dia berfirman, ‘Hai Muhammad, masukan orang yang tidak dihisab dari umatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan dan mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu.’

Setelah itu beliau bersabda, “Demi Zat yang Jiwaku berada ditangan-Nya, jarak antara daun pintu-pintu surga seperti jarak antara Mekah dan Himyar atau seperti jarak Mekah dan Bashrah.” (HR. Bukhari dan Muslim : 120)

 

Dikutip dalam buku Al-Lu’lu Wal Marjan, Mutiara Hadist Sahih Bukhari dan Muslim. Tingkat Terendah Penduduk Surga Hadist ke- 199 – 120.

 

 

-Riana Ratno Juwita-

CARA MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT HADIST KE-115

 

Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?’ Nabi balik bertanya, ‘Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari dan bulan ketika terang benderang?’ ‘Tidak’, Jawab kami. Nabi melanjutkan, ‘Begitulah kalian tidak kesulitan melihat Rabb kalian ketika itu, selain sebagaimana kesulitan kalian melihat keduanya.’

Kemudian beliau bersabda, ‘Lantas ada seorang penyeru memanggil-manggil, ‘Hendaklah setiap kaum pergi menemui yang disembahnya!’ Maka, pemuja salib pergi bersama salib mereka, pemuja patung menemui patung-patung mereka, dan setiap pemuja Tuhan bersama tuhan-tuhan mereka hingga tinggal orang-orang yang menyembah Allah, entah itu orang yang baik atau durhaka dan ahli kitab terdahulu.

Kemudian jahannam didatangkan dan dipasang. Ia seolah-olah fatamorgana. Lantas orang-orang yahudi ditanya, ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah Uzair anak Allah.’ Lalu ada suara, ‘Kalian dusta! Allah sama sekali tidak mempunyai istri dan tidak pula anak. Lalu apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami ingin jika Engkau memberi kami minum.’ Lantas ada suara, ‘Minumlah kalian!’ Mereka lalu berjatuhan di nereka Jahannam.

Lantas orang-orang nasrani diseru, ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu menyembah Isa Al-Masih, anak Allah.’ Maka, dijawab ‘Kamu semua bohong! Allah sama sekali tidak mempunyai istri atau bahkan anak. Apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami ingin agar Engkau memberi kami minuman.’ Lalu dijawab, ‘Minumlah kalian!’ dan langsung mereka berjatuhan di neraka jahannam hingga tersisa manusia yang menyembah Allah, entah yang baik atau berbuat durhaka.

Mereka ditanya, ‘Apa yang menyebabkan kalian tertahan, padahal manusia lainnya sudah pergi?’ Mereka menjawab, ‘Kami memisahkan diri dari mereka dan kami adalah manusia yang paling membutuhkan-Nya. Kami dengar, ada seorang juru seru yang menyerukan, ‘Hendaklah setiap kaum menemui yang mereka sembah!’ Hanya saja, kami menunggu-nunggu Tuhan kami.’

Beliau melanjutkan, ‘Lantas Allah (Al-Jabbar) mendatangi mereka dengan bentuk yang belum pernah mereka lihat. Kemudian Allah berfirman, ‘Akulah Tuhan kalian.’ Mereka menjawab, ‘Engkau adalah Rabb kami dan tidak ada yang berani mengajak-Nya bicara selain para Nabi.’ Para Nabi kemudian berkata, ‘Bukankah diantara kalian dan Allah ada tanda yang kalian kenali?’ Mereka menjawab, ‘Ya, yaitu betis.’

Allah pun menyikap betis-Nya sehingga setiap mukmin bersujud kepada-Nya. Lalu tersisalah orang-orang yang sujud kepada Allah karena riya’ dan sum’ah sehingga ia pergi sujud dan punggungnya kembali menjadi satu bagian, kemudian titian (jembatan) Jahannam didatangkan dan dipasang antara dua tepi Jahannam’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, memang jembatan Jahannam tersebut misterinya apa?’ Nabi menjawab, ‘jembatan itu bisa menggelincirkan, menjatuhkan, ada pengait-pengait besi, ada duri-duri yang lebar dan tajam. Durinya terbuat dari kayu berduri yang bernama sa’dan (kayu berduri tajam). Orang mungkin yang melewatinya sedemikian cepat. Ada yang bagaikan kedipan mata, ada yang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin, dan ada yang bagaikan kuda pilihan. Ada yang bagaikan kuda tunggangan, ada yang selamat dengan betul-betul terselamatkan, namun ada juga yang selamat setelah tercabik-cabik oleh besi-besi pengait itu, atau terlempar dineraka Jahannam karenanya.

Hingga manusia terakhir kali melewati dengan diseret-seret, dan kalian tidak bisa sedemikian gigihnya menyumpahi ku terhadap kebenaran yang jelas bagi kalian dari pada terhadap seorang mukmin ketika itu kepada Allah Al-Jabbar. Jika mereka melihat bahwa mereka telah selamat di kalangan teman-teman mereka, mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kawan-kawan kami mendirikan shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami.’ Allah berfirman, ‘Pergilah kalian, siapa diantara kalian yang di dalam hatinya masih ada seberat dinar keimanan maka keluarkan dia.’ Dan Allah mengharamkan bentuk mereka dalam neraka.

Maka mereka datangi kawan-kawan mereka sedangkan sebagian mereka telah terendam dalam neraka. Ada yang sampai telapak kakinya, setengah betisnya, sehingga mereka keluarkan siapa saja yang mereka ketahui. Kemudian mereka kembali dan Allah berkata, ‘Pergilah kalian sekali lagi. Dan siapa yang kalian temukan dalam hatinya seberat atom keimanan maka keluarkanlah dia.’ Maka, mereka keluarkan siapa saja yang mereka kenal.’

Rasulullah berkata, ‘Jika kalian tidak mempercayaiku maka bacalah. ‘Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seberat biji sawi pun. Jika ada kebaikan maka Allah melipatgandakan balasannya.’ (Qs. An-Nisa : 40).

Maka para nabi, malaikat, dan orang-orang yang beriman, semuanya memberi syafaat. Kemudian Allah Al-Jabbar berkata, ‘Syafaat ku masih ada.’ Lalu Allah menggenggam segenggam dari neraka dan mengentaskan beberapa kaum yang telah terbakar. Mereka kemudian dilempar ke sebuah sungai di pintu surga yang bernama sungai kehidupan sehingga mereka tumbuh dalam kedua tepinya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam genangan sungai yang kalian sering melihatnya di samping batu karang dan samping pohon, apa yang diantaranya condong kepada matahari maka berwarna hijau, dan apa yang di antaranya condong kepada bayangan maka berwarna putih.

Lantas mereka muncul seolah-olah mutiara dan dalam tengkuk mereka terdapat cincin-cincin. Mereka kemudian masuk surga hingga penghuni surga berkata, ‘Mereka adalah utaqa Ar-Rahman (Orang-orang yang dibebaskan Arrahman). Allah memasukan mereka bukan karena amal yang mereka lakukan dan bukan pula karena kebaikan yang mereka persembahkan sehingga mereka memperoleh jawaban, ‘Bagimu yang kau lihat dan semisalnya’.

 

Dikutip dalam buku Al-Lu’lu Wal Marjan, Mutiara Hadist Sahih Bukhari dan Muslim. Cara  Melihat  ALLAH di Akhirat Hadist ke-115.

 

 

-Riana Ratno Juwita-

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah CIREBON:

Lokasi 15Km Gerbang Tol Kanci. 13 Km Pesantren Buntet. 1,6 Km Jalan Propinsi. 1,7 Km Kantor Kecamatan Karang Wareng. 1,7 Km Pukesmas Karang Wareng. 1,8 Km Polsek Karang Wareng. 20Km dari pantai utara.

Tanah kavling 500m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Jogging Track

Agro Wisata & Wisata Air

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Sekolah enterpreneur. Dan lainnya

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 250Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

120jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa Riba)

 

Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

 

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

Riana Ratno J

0857-5906-7712

 

IMG-20170406-WA0017-01

DIBUKA KAVLING RESORT KAMPOENG KURMA DIWILAYAH JASINGA BOGOR!

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru, telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah JASINGA BOGOR :

Lokasi 5Km dari Cigudeg (rencana ibu kota kabupaten Bogor). 2,5Km dari terminal antar kota antar provinsi Jasinga. 7Km dari stasiun kereta api Tenjo. Berbatasan langsung dengan Jl. Provinsi

Tanah kavling 400m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Agro Wisata Kurma

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Kolam renang terpisah ikhwan/akhwat

Sarana olah raga berkuda

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 200Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

 114jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa riba)

 Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

 

Riana Ratno J

0857-5906-7712

 

IMG-20170406-WA0017-01

DIBUKA KAVLING RESORT KAMPOENG KURMA DIWILAYAH SIRNASARI dan TANJUNG SARI BOGOR

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah SIRNASARI dan TANJUNG SARI BOGOR :

Lokasi sekitar 20Km dari sukaresmi, atau 18km dari alfamart indomart (yang berdampingan) Jl. Cariu, 3Km dari Jl. Transyogi. 1Km dari Gunung Geulis. 1 Km dari Air Terjun Cikuningan.

Tanah kavling 400m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Agro Wisata Kurma

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Kolam renang terpisah ikhwan/akhwat

Sarana olah raga berkuda

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 200Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

114jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa Riba)

 

Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

 

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

 

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

Riana Ratno J

0857-5906-7712

IMG-20170406-WA0022-01

IMG-20170406-WA0017-01

 

Untuk mu, yang sedang dan pernah kehilangan

Mendapatkan apa yang tidak kau sangka akan memilikinya

Berkata Syaikh Mutawalli Asy Sya’rawi : “Jika Allah mengambil dari mu sesuatu yang tidak kau sangka, kelak Allah akan memberi mu sesuatu yang tidak kau sangka akan memilikinya”

Tidak jarang, masing-masing dari kita merasa kecewa dengan hebat saat sesuatu yang kita inginkan tidak bisa kita dapatkan. Tidak jarang kita memprotes jalan yang sudah Allah gariskan untuk setiap hamba-Nya. Manusia boleh berencana dengan hebat, namun percayalah bahwa sebaik-baik perencana tetap hanya Allah.

Berapa sering kita mengeluh saat jalan yang kita arungi nyatanya tidak kita sukai. Berapa sering kita mengutuk diri jika ternyata kenyataan tidak pernah sesuai dengan yang kita harapkan.

Tahukah kita, bahwa ada sesuatu hal yang menurut kita baik, namun tidak baik dalam pandangan Allah. Dan ada sesuatu yang kita berpikir bahwa hal tersebut bernilai baik untuk kita, namun nyatanya bernilai buruk di mata Allah. Allah mengetahui, sedang kita tidak.

Jika saat ini keinginan kita tidak Allah berikan, percaya saja bahwa bukan berarti Allah tidak menginginkan hal itu terjadi kepada kita, melainkan Allah ingin menggantikan sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan dengan sesuatu hal yang terbaik untuk kita. Baik bukan dalam jangka satu atau dua hari, namun dalam jangka yang sangat panjang.

Mengapa setiap dari kita sering merasa kecewa saat kehilangan?
jawabannya hanya satu, karena kita merasa bahwa apa yang kita miliki adalah sepenuhnya milik kita. Kita meng-klaim bahwa sesuatu itu adalah hak kita. Padahal, tanpa kita sadari, yang memiliki segala sesuatu di dalam kehidupan kita hanyalah Allah. Lalu kita? Kita adalah orang-orang yang Allah titipkan atas segala nikmat yang kita terima.

Mengapa kita sering sekali kecewa atas usaha yang telah kita lakukan?

Karena kita, terlalu mengedepankan sebuah harapan. Harapan yang kita taruh tidak pada tempatnya, sehingga saat demikian yang kita dapat adalah sumber kekecewaan. Bukankah, kunci hidup bahagia adalah banyak memberi dan sedikit berharap. Karena itu, saat kita membalikan dua kunci tersebut, maka yang kita rasakan hanyalah terluka, kecewa, dan sebagainya.

Adakah yang pernah merasakan kehilangan? Kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam hidup kita, yang kita sendiri bahkan tidak pernah menyangka akan kehilangan sesuatu itu. Pada saat itu terjadi, kita akan merasa terluka sedemikian hebat, terkadang kesal dan mungkin ingin menangis. Maka, menangislah saat itu juga, namun esok dan seterusnya ubahlah tangisan dengan sebuah rasa percaya diri, dengan sebuah keyakinan bahwa apa yang Allah ambil dari sisi kita, bukan berarti kita tak pantas memilikinya, melainkan ada sesuatu pembelajaraan berharga yang ingin Allah tunjukan kepada kita dari kehilangan tersebut.

Mengapa Allah menguji?

            Sebab kita diciptakan memang untuk di uji. Di uji dengan hal-hal yang harus kita kerjakan atas kewajiban kita sebagai seorang hamba. Dan di uji dengan hal-hal yang semestinya kita tinggalkan. Sebab dunia diciptakan seperti senda guraw semata.

Mengapa Allah menguji dengan sebuah kesedihan?

Ah, marilah berhenti berpikir bahwa ujian hanya berbentuk kesedihan, kesusahan atau kekecewaan. Sebab ternyata kesenangan yang kita dapatkan pun termasuk sebuah ujian di dalam kehidupan. Yang terberat dalam kehidupan adalah ujian kesenangan yang Allah berikan kepada kita, sebab jarang sekali orang-orang kembali kepada Allah saat dalam masa demikian.

Jika hari ini kesedihan melanda kita, maka percayalah bahwa kali ini kebahagiaan bukanlah porsi yang pas untuk kita. Boleh saja, saat kita diberikan kesenangan, kita akan melupkan siapa yang memberi kesenangan tersebut. Namun boleh jadi, saat kesedihan menimpa, kita dengan hebat kembali kepada Allah.

Sebab itulah, mari kita belajar dari setiap ujian yang Allah berikan kepada kita. Yakinlah, bahwa setiap yang terjadi selalu ada hikmah yang tersembunyi yang akan kita ketahui, dan saat kita mengetahui hikmah tersebut, maka kita akan berkata “Maha Baik Allah telah memberi jalan yang demikian kepada ku”.

Lalu, mengapa sampai saat ini aku tidak pernah merasakan hikmah dari ujian dan kesulitan yang aku hadapi?

            Mari menengok pada cermin, sudah seberapa jauh kita berusaha ikhlas menerima setiap jalan yang Allah takdirkan untuk kita. Barangkali, hikmah belum kita dapatkan sebab kita masih memaksa menginginkan sesuatu yang tidak Allah izinkan terjadi dalam hidup kita. Barangkali hikmah belum kita dapatkan, karena tanpa sadar kita tetap memaksa mewujudkan satu hal yang Allah bilang “Itu tidak baik untuk mu”. Maka jawabannya adalah hati kita, sudah seberapa ikhlas atau sudah seberapa hebat kita mencoba ikhlas menerima semua ketetapan-Nya, maka saat kita sudah demikian, kita akan tahu hikmah apa yang tersembunyi dibalik sebuah ujian.

Untuk setiap dari kita yang hari ini mungkin sedang di uji, orang tua kehilangan anaknya, atau anak kehilangan orang tua, istri kehilangan suami, atau suami kehilangan istri, setiap dari kita yang mungkin sudah sepenuhnya berusaha untuk menyempurnakan agama, namun pada akhirnya kandas karena alasan yang mungkin bisa saja tak kita mengerti, atau yang hari ini sedang bersedih karena sebuah pekerjaan, karena pendidikan, dan masih banyak hal lainnya. Mari kita sama-sama belajar, bahwa Allah tidak akan pernah keliru memilihkan jalan untuk setiap hamba-Nya. Bahwa Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui, yang terpenting untuk kita adalah tidak berhenti berusaha dan berdoa, jika Allah telah memberi kita jawaban, maka terimalah dengan baik. Sehingga setelah itu, akan  ada banyak kebaikan yang kita dapatkan tanpa kita duga. InsyaaAllah.

Allah tidak pernah menjanjikan hari-hari tanpa kesedihan, tawa tanpa sedih, panas tanpa hujan. Tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk menghadapi hari-hari sulit, hiburan untuk tangisan, dan petunjuk untuk menjalani kehidupan.

Sesuatu dalam kehidupan sifatnya sementara, jika berjalan dengan baik, nikmatilah. Karena hal itu tidak berlangsung lama. Jika tidak berjalan baik, jangan khawatir, karena hal itu tidak akan berlangsung selamanya.

 

KAMPOENG KURMA JONGGOL, Part 1

PERCAYA ATAU TIDAK?

Percaya atau tidak, bahwa saat ini Indonesia telah menjadi salah satu perbincangan hangat oleh negara-negara di luar sana. Mengintip pada kekayaan Indonesia yang luar biasa, membuat negara lain terus menerus menempatkan posisinya masing-masing di dalam negeri ini.

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan yang amat dahsyat, mulai dari tanahnya, sumber airnya, pepohonannya, sawah-sawahnya, gunung-gunung miliknya..

Saat ini, mungkin kita masih bisa menikmati sumber air, tanah yang subur, beras hasil dari petani kita sendiri, sayur-sayuran dari hasil bercocok tanam sendiri, dan masih banyak yang lainnya yang jika diuraikan tak cukup satu hari.

Namun lambat laun, mungkin saja semua yang kita lakukan sendiri kelak akan diambil alih oleh negara lain, sehingga yang kita lakukan hanya menjadi seorang pembeli dari hasil karya mereka di luar sana. Padahal kita tahu betul bahwa tidak ada yang mustahil segala sesuatu untuk diwujudkan di negeri yang kaya ini.

Sebagian hal sudah terjadi di negeri ini.

Kelak, saat hal demikian sudah sepenuhnya terjadi, maka yang kita lakukan adalah Menggigit jari.

Kita, pasti tidak ingin hal tersebut terjadi di negeri kita sendiri. Maka solusi terbaik dari masalah ini apa? Dan siapa? Apakah presiden harus sepenuhnya menjaga NKRI. Jika demikian saya katakan betul, karena beliau memang sudah seharusnya seperti itu. Namun, menurut pandangan saya sendiri, bahwa garda terdepan yang wajib menjaga NKRI adalah Masyarakatnya sendiri. Sehebat apapun kekuatan yang di miliki tidak akan berpengaruh jika yang melakukan hanya satu atau dua orang, namun kekuatan sekecil apapun yang kita miliki, namun saat semua bersatu untuk menyatu padukan kekuatan, maka percayalah, hal kecil tersebut akan berubah menjadi sesuatu yang besar.

AMANKAN TANAH KITA, DENGAN BERTANI

        Sebelum semua lahan di negeri ini di ambil alih oleh negara asing, maka amankan lahan kita dengan bertani, yang punya uang banyak silahkan beli tanah seluas-luasnya, jadikan sebagai modal usaha untuk merebut kembali seutuhnya negara kita. Bisa tidak? Percayalah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Bukankah mencintai negeri sendiri adalah sebagian dari iman. Maka lakukan yang terbaik untuk NKRI

RUBAH PEREKONOMIAN MUSLIM

Miris sekali saat kita melihat dan mendengar kabar duka dari saudara muslim kita di Rohingya, Syiria, dan sekitarnya. Yang habis-habisan disiksa, dan dibunuh. Tidak pandang perempuan atau laki-laki, anak-anak atau orang dewasa, mereka semua terus menerus menyiksa saudara kita tanpa rasa prikemanusiaan. Apakah kita akan diam saja? Setidaknya kita bantu dengan merubah perekonomian muslim, jika hal itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan kita dapat membantu saudara kita di sana.

BAGAIMANA CARANYA DAN APA SOLUSINYA?

selain berdoa, kita juga perlu berusaha. Mari kita bertani, menanam pohon kurma di negeri sendiri bersama kampoeng kurma jonggol, dengan lahan milik kita sendiri. Buka lahan seluas-luasnya, agar tidak ada kesempatan untuk negera lain mengambil alih lahan kita.

“Mengapa harus kurma?”

BERKERBUN KURMA SAMBIL INVESTASI, Aman, selalu untung, berkah dan syar’i.

Kurma adalah buah khusus yang tertulis didalam Alquran. Kurma banyak manfaat untuk kesehatan, buah kurma ini berasal dari timur tengah. Bahkan Rasulallah itu sangat gemar mengkonsumsi Air Naqi’ ; air rendaman (infused water) kurma/kismis. Kurma atau kismis di rendam dalam air masak semalaman (dalam wadah yang bertutup) dan diminum keesokan paginya. Air naqi’ ini merupakan kegemaran Rasulallah Shallallahu alaihi wasallam. Nabi merendam beberapa butir kurma di dalam air matang dalam wadah bertutup selama 12 jam.

Selain itu, Imam Bukhari dan Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah besabda : “Jika kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri, hendaklah ia bergegas menanamnya”.

“Memang bisa ya Kurma tumbuh di Indonesia?” :

Berdasarkan literatur yang kami peroleh yang diterbitkan Badan Pangan Dunia PBB atau yang biasa kita kenal dengan FAO (Food and Agricultural Organization). FAO melakukan penelitian tentang kurma yang ternyata dari hasil penelitian tersebut, Indonesia adalah wilayah yang cocok untuk budidaya Pohon Kurma.

Kurma saat ini telah teruji bisa ditanam di daerah khatulistiwa. Rata-rata di Indonesia bisa mulai berbuah 4-10 tahun. Jika kita ingin melihat, mari berkaca dari Thailand.

“Apa saja yang ditawarkan Kampoeng Kurma Jonggol?”

  1. Investasi murah meriah kebun kurma, luas kavling 500m² harga sudah termasuk booking fee dan surat-surat
  2. Skema kredit 100% Syariah selama 1 tahun (tanpa riba, tanpa denda, tanpa akad-akad batil) sudah termasuk booking fee dan surat-surat
  3. Tanpa DP, tanpa Ribet
  4. Legalitas aman
  5. Sarana jalan minimal 6-12m
  6. Fasilitas lengkap :
  • Pondok Pesantren dan Masjid Tahfidzul Quran Gratis
  • Islamic Center
  • Gedung Serbaguna
  • Kolam Renang Terpisah Ikhwan/Akhwat
  • Sarana Olah Raga Berkuda
  • Sarana Olah Raga Memanah
  • Bumi Perkemahan Tahfidzul Quran
  • Pasar Rakyat
  • Kampus Enterpreneur, dll

Dan tahukah, bahwa pohon kurma mulai berbuah usia 4-10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia 90-100 tahun.

 “Jadi apa yang saya dapat jika saya membeli kavling di Kampoeng Kurma Jonggol?”

  1. Tanah Kavling 500m²
  2. Free 5 Bibit Kurma Ajwa
  3. Free penawaran pohon kurma (sampai belajar berbuah)
  4. Free biaya SHM dan pajak
  5. Potensi income 30-90 juta pertahun, perpohon dari hasil kurmanya. Dalam salah satu penelitian, 1 pohon kurma yang berbuah sepanjang tahun bisa menghasilkan income sekitar 35juta/tahun atau sama dengan income 1 HA kelapa sawit. Dalam satu kavling terkecil yang kami tawarkan 500², bisa ditanami 12 pohon kurma. Itu berarti potensi incomenya sekitar 12x35jt = 420jt/tahun.
  6. Selain dari buah kurma yang dapat kita pasarkan, ternyata masih banyak hal lain yang mampu menjadi penghasilan dari pohon kurma ini. Antara lain adalah :
  • Batang Pohon : penggunaan utama batang adalah untuk kayu, yang pada hakekatnya tidak berkualitas tinggi karena ikatan pembuluh kasar (monocotolydon!) Tetapi memiliki kekuatan tarik yang besar. Penggunaannya Oleh karena itu diarahkan untuk mengeksploitasi karakteristik ini seperti untuk tiang, balok, kasau, palang, gelagar, pilar, dermaga dan jembatan kaki ringan. Untuk tujuan ini mereka dapat digunakan seluruhnya atau terbelah dua atau perempat. Cekung setengah batang digunakan sebagai saluran untuk air, atau panjang pendek untuk mangers dan palung. Digergaji menjadi papan kasar mereka dibuat menjadi pintu, jendela dan tangga untuk rumah

Furniture pedesaan juga telah dibuat meskipun trunkwood, karena struktur vaskular yang kasar, sulit untuk memotong, selesai dan cat. Selanjutnya batang digunakan secara luas dalam struktur pendukung untuk mengangkat air baik itu di kincir air Mesir, yang Sakiyeh atau pada hewan ditarik mengangkat air dari sumur terbuka. Dan akhirnya, batang juga digunakan sebagai kayu bakar.

  • Daun
  • Bunga Jantan
  • Pollen dilaporkan untuk meningkatkan kesuburan.
  • Spathe juga dapat direbus dan suling menghasilkan cairan yang digunakan untuk penyedap minuman panas atau dingin dan juga efektif sebagai pencernaan
  • Tandan kosong, untuk membuat tali yang lebih kuat
  • Getah Kurma
  • Getah daun adalah obat untuk kegelisahan, gangguan ginjal dan luka busuk dan menenangkan gelembung darah benih Burnt dibuat dalam salep untuk borok atau collyrium yang menghasilkan bulu mata yang panjang.
  • Obat-obatan
  • Tunas terminal oleh petani Saharian sawit atau penggunaan serbuk sari untuk meningkatkan kesuburan di Mesir (kuno).
  • Secara medis, direkomendasikan dalam mencuci mulut (aplikasi paling mungkin disukai oleh seorang dokter gigi masa kini); sebagai obat pencahar atau di gynaecologically terkait intervensi, membentuk bagian dari berbagai salep, perban dan resep pada mata dan Plinius melaporkan: “, diterapkan dengan quince, lilin dan saffran ke perut, kandung kemih, perut dan usus, menyembuhkan memar”
  • Peneduh dan hiasan lingkungan

TRENDS DAN PROSPEK

  • Daya tarik wisata.
  • Buah kurma dan produk turunannya sebagai komoditi masa depan
  • Kebutuhan kurma di Eropa, USA, dan sebagian besar wilayah di dunia meningkat.
  • Penyelamatan lahan dari proses gurunisasi dan antisipasi pemanasan global.
  • Industrialisasi kebun kurma untuk memenuhi kebutuhan pangan, bahan baku industri kebutuhan rumah tangga dan bioethanol masa depan.

Mereka yang mulai berinvestasi, tidak sekedar berinvestasi. melainkan turut serta membantu peradaban islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Alquran dari fasilitas pesantren Tahfidz yang menjadi fasilitas di Kampoeng Kurma Jonggol. memulai satu langkah untuk merubah perekonomian umat islam di Dunia. Berusaha mewujudkan lingkungan yang penuh dengan Sunnah. 

JADILAH BAGIAN DARI MEREKA! 🙂 

Note : 0857-5906-7712