TINGKAT TERENDAH PENDUDUK SURGA Hadist ke- 199 – 120

Anas meriwayatkan bahwa Nabi bersabda : “Setiap Nabi pernah meminta suatu permintaan, atau beliau bersabda – setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedangkan aku ingin menyimpan doaku sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari dan Muslim, Hadist ke-122)

 Anas berkata, “Muhammad telah bercerita kepada kami, ‘Jika hari kiamat tiba, maka manusia satu sama lain saling bertumpukan. Mereka kemudian mendatangi Adam dan berkata, ‘Tolonglah kami agar mendapat syafaat Rabbmu.’ Namun Adam hanya menjawab, ‘Aku tak berhak untuk itu. Datangilah Ibrahim, sebab dia adalah Khalilurrahman (Kekasih Ar-Rahman).’

Lantas mereka mendatangi Ibrahim, namun sayang Ibrahim berkata, ‘Aku tak berhak untuk itu, coba datanglah Musa sebab dia adalah nabi yang diajak bicara oleh Allah (Kalimullah).’ Mereka pun mendatangi Musa, namun Musa berkata, ‘Saya tidak berhak untuk itu, coba mintalah kepada Isa sebab dia adalah roh Allah dan kalimah-Nya.’ Maka mereka pun mendatangi Isa. Namun Isa juga berkata, ‘Maaf aku tak berhak untuk itu. Cobalah kalian temui Muhammad.’

Mereka pun mendatangiku sehingga aku berkata, ‘Aku kemudian meminta izin Rabbku dan aku diizinkan. Allah mengilhamiku dengan pujian-pujian yang aku pergunakan untuk memanjatkan pujian terhadap-Nya, yang jika puji-pujian itu menghadirkanku sekarang, aku tidak melafalkan puji-pujian itu. Aku lalu tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah berfirman ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah engkau akan diberi. Mintalah keringanan, engkau akan diberi keringanan.’

Maka aku menghiba ‘Wahai Rabbku, umatku-umatku.’ Allah menjawab, ‘Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.’ Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberi syafaat. Kemudian aku kembali memuji Rabbku dan aku memanjatkan puji-pujian tersebut, kemudian aku tersungkur sujud kepada-Nya. Lantas ada suara, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah, engkau akan diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Umatku, Umatku.’ Maka Allah berfirman, ‘Pergi dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada sebiji sawi keimanan.’

Maka, aku pun pergi dan mengeluarkannya. Kemudian aku kembali memanjatkan puji-pujian itu dan tersungkur sujud kepada-Nya. Lantas Allah kembali berkata, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Katakanlah, engkau akan didengar. Mintalah, engkau akan diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Wahai Rabbku, umatku, umatku.’ Maka Allah berfirman, ‘Berangkat dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman meskipun jauh lebih kecil daripada sebiji sawi.’ Maka aku pun berangkat dan mengeluarkan mereka dari neraka.”

Tatkala kami pulang dari tempat Anas, aku katakan kepada sebagian sahabat kami, “Duhai, sekiranya saja kita melewati Al-Hasan (yang sedang menyepi di rumah Abu Khalifah).” Lantas kami menceritakan kepada Al-Hasan tentang apa yang telah diceritakan Anas Bin Malik kepada kami. Selanjutnya kami pun menemuinya dan mengucapkan salam. Ia mengizinkan dan kami katakan “Wahai Abu Sa’id, kami datang menemuimu setelah kami kembali dari saudaramu, Anas Bin Malik. Belum pernah kami dengar sebagaimana yang ia ceritakan kepada kami tentang syafaat.” Lantas ia berkata, “Hei.”

Maka hadist tersebut kemudian kami ceritakan kepadanya (Al-Hasan), dan berhenti sampai pada akhir kisah seperti yang kami ketahui. Namun tiba-tiba ia berkata, “Hei….!” hanya sampai situ?” kami jawab, “Dia tidak menambahkan apapun lagi.” Lantas ia berkata, “Sungguh dia pernah menceritakan kepadaku hadist itu (secara sempurna) kepadaku dua puluh tahun yang lalu. Aku tidak tahu apakah dia lupa atau tidak suka jika kalian kemudian pasrah.” Kami lalu berkata, “Wahai Abu Sa’id, tolong ceritakan kepada kami.”

Al-Hasan kemudian tertawa seraya berkata, ‘Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa. Saya tidak menyebutnya selain saya akan menceritakannya kepada kalian. Anas telah menceritakan kepadaku sebagaimana dia ceritakan kepada kalian. Nabi berkata, ‘Kemudian aku kembali untuk keempat kalinya dan aku memanjatkan dengan puji-pujian itu kemudian aku tersungkur sujud dan diserukan, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Ucapkan, engkau didengar. Mintalah, engkau diberi. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, izinkanlah bagiku untuk orang-orang yang mengucapkan la ilaha illallah.’ Maka Allah menjawab, ‘Demi kemulian, keagungan, dan kebesaran-Ku, sungguh akan aku keluarkan siapa saja yang mengucapkan la ilaha illallah.’” (HR. Bukhari dan Muslim : 119).

Abu Hurairah mengisahkan bahwa Rasulullah diberi sepotong daging. Maka beliau pun mengangkat lengannya dan beliau menyukai daging itu hingga beliau menggigitnya. Setelah itu beliau bersabda, “Aku pemimpin manusia pada hari kiamat, tahukah kalian kenapa? Allah akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang akhir dalam satu tanah lapang. Seorang penyeru akan menyeru mereka, pandangan menembus mereka dan matahari mendekat. Duka dan kesusahan manusia sampai pada batas yang tidak mampu mereka pikul. Orang-orang saling berkata satu sama lain, ‘Apa kalian tidak melihat yang telah menimpa kalian, apakah kalian tidak melihat siapa yang memberi kalian syafaat kepada Rabb kalian.’

Orang-orang saling berkata satu sama lain, ‘Hendaklah kalian menemui Adam.’ Mereka lantas menemui Adam seraya berkata, ‘Engkau adalah bapak seluruh manusia. Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya. Meniupkan Ruh-Nya padamu, dan memerintahkan para malaikat bersujud padamu. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Adam berkata kepada mereka, ‘Rabb ku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan seperti itu sesudahnya. Dulu Dia melarangku mendekati pohon tapi aku durhaka. Oh diriku, oh diriku, oh diriku. Pergilah pada selainku, pergilah ke Nuh.’

Mereka mendatangi Nuh lalu berkata, ‘Hai Nuh, engkau adalah Rasul pertama untuk penduduk bumi. Allah menyebutmu sebagai hamba yang sangat bersyukur. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat apa yang menimpa kami?’ Nuh berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah berdoa keburukan untuk kaumku. Oh diriku, oh diriku, oh diriku. Pergilah kepada selainku. Pergilah ke Ibrahim.’

Mereka mendatangi Ibrahim lalu berkata, ‘Wahai Ibrahim, engkau Nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Ibrahim berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah berdusta tiga kali – Abu Hayyan menyebut ketiganya dalam hadist ini. Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah ke Musa.’

Mereka menemui Musa lalu berkata, ‘Wahai Musa, engkau utusan Allah. Allah melebihkanmu dengan risalah dan kalam-Nya atas seluruh manusia. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Musa berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya. Dulu aku pernah membunuh jiwa padahal aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah kepada selainku, pergilah ke Isa.’

Mereka mendatangi Isa lalu berkata, ‘Hai Isa, engkau adalah utusan Allah. Kalimat-Nya yang disampaikan ke Maryam, ruh dari-Nya, engkau berbicara pada manusia saat masih berada dalam buaian. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak melihat kondisi kami, apa kau tidak melihat yang menimpa kami?’ Isa berkata kepada mereka, ‘Rabbku saat ini benar-benar marah. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu sesudahnya (namun ia tidak menyebut dosanya). Oh diriku, diriku, diriku. Pergilah keselainku, pergilah ke Muhammad.’

Mereka mendatangi Muhammad lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah, penutup para Nabi, dosa mu yang telah lalu dan yang kemudian telah diampuni. Berilah kami syafaat kepada Rabbmu, apa kau tidak lihat kondisi kami?’ Lalu aku pergi hingga dibawah ‘Arsy. Aku tersungkur sujud pada Rabbku lalu Allah memulai dengan pujian dan sanjungan untukku yang belum pernah disampaikan pada seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti kau diberi. Berilah syafaat, niscaya kau diizinkan untuk memberi syafaat.’

Maka aku mengangkat kepala ku, Aku berkata, ‘Wahai Rabb, umatku. Wahai Rabb, umatku.’ Dia berfirman, ‘Hai Muhammad, masukan orang yang tidak dihisab dari umatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan dan mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu.’

Setelah itu beliau bersabda, “Demi Zat yang Jiwaku berada ditangan-Nya, jarak antara daun pintu-pintu surga seperti jarak antara Mekah dan Himyar atau seperti jarak Mekah dan Bashrah.” (HR. Bukhari dan Muslim : 120)

 

Dikutip dalam buku Al-Lu’lu Wal Marjan, Mutiara Hadist Sahih Bukhari dan Muslim. Tingkat Terendah Penduduk Surga Hadist ke- 199 – 120.

 

 

-Riana Ratno Juwita-

Iklan

CARA MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT HADIST KE-115

 

Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?’ Nabi balik bertanya, ‘Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari dan bulan ketika terang benderang?’ ‘Tidak’, Jawab kami. Nabi melanjutkan, ‘Begitulah kalian tidak kesulitan melihat Rabb kalian ketika itu, selain sebagaimana kesulitan kalian melihat keduanya.’

Kemudian beliau bersabda, ‘Lantas ada seorang penyeru memanggil-manggil, ‘Hendaklah setiap kaum pergi menemui yang disembahnya!’ Maka, pemuja salib pergi bersama salib mereka, pemuja patung menemui patung-patung mereka, dan setiap pemuja Tuhan bersama tuhan-tuhan mereka hingga tinggal orang-orang yang menyembah Allah, entah itu orang yang baik atau durhaka dan ahli kitab terdahulu.

Kemudian jahannam didatangkan dan dipasang. Ia seolah-olah fatamorgana. Lantas orang-orang yahudi ditanya, ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah Uzair anak Allah.’ Lalu ada suara, ‘Kalian dusta! Allah sama sekali tidak mempunyai istri dan tidak pula anak. Lalu apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami ingin jika Engkau memberi kami minum.’ Lantas ada suara, ‘Minumlah kalian!’ Mereka lalu berjatuhan di nereka Jahannam.

Lantas orang-orang nasrani diseru, ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu menyembah Isa Al-Masih, anak Allah.’ Maka, dijawab ‘Kamu semua bohong! Allah sama sekali tidak mempunyai istri atau bahkan anak. Apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami ingin agar Engkau memberi kami minuman.’ Lalu dijawab, ‘Minumlah kalian!’ dan langsung mereka berjatuhan di neraka jahannam hingga tersisa manusia yang menyembah Allah, entah yang baik atau berbuat durhaka.

Mereka ditanya, ‘Apa yang menyebabkan kalian tertahan, padahal manusia lainnya sudah pergi?’ Mereka menjawab, ‘Kami memisahkan diri dari mereka dan kami adalah manusia yang paling membutuhkan-Nya. Kami dengar, ada seorang juru seru yang menyerukan, ‘Hendaklah setiap kaum menemui yang mereka sembah!’ Hanya saja, kami menunggu-nunggu Tuhan kami.’

Beliau melanjutkan, ‘Lantas Allah (Al-Jabbar) mendatangi mereka dengan bentuk yang belum pernah mereka lihat. Kemudian Allah berfirman, ‘Akulah Tuhan kalian.’ Mereka menjawab, ‘Engkau adalah Rabb kami dan tidak ada yang berani mengajak-Nya bicara selain para Nabi.’ Para Nabi kemudian berkata, ‘Bukankah diantara kalian dan Allah ada tanda yang kalian kenali?’ Mereka menjawab, ‘Ya, yaitu betis.’

Allah pun menyikap betis-Nya sehingga setiap mukmin bersujud kepada-Nya. Lalu tersisalah orang-orang yang sujud kepada Allah karena riya’ dan sum’ah sehingga ia pergi sujud dan punggungnya kembali menjadi satu bagian, kemudian titian (jembatan) Jahannam didatangkan dan dipasang antara dua tepi Jahannam’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, memang jembatan Jahannam tersebut misterinya apa?’ Nabi menjawab, ‘jembatan itu bisa menggelincirkan, menjatuhkan, ada pengait-pengait besi, ada duri-duri yang lebar dan tajam. Durinya terbuat dari kayu berduri yang bernama sa’dan (kayu berduri tajam). Orang mungkin yang melewatinya sedemikian cepat. Ada yang bagaikan kedipan mata, ada yang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin, dan ada yang bagaikan kuda pilihan. Ada yang bagaikan kuda tunggangan, ada yang selamat dengan betul-betul terselamatkan, namun ada juga yang selamat setelah tercabik-cabik oleh besi-besi pengait itu, atau terlempar dineraka Jahannam karenanya.

Hingga manusia terakhir kali melewati dengan diseret-seret, dan kalian tidak bisa sedemikian gigihnya menyumpahi ku terhadap kebenaran yang jelas bagi kalian dari pada terhadap seorang mukmin ketika itu kepada Allah Al-Jabbar. Jika mereka melihat bahwa mereka telah selamat di kalangan teman-teman mereka, mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kawan-kawan kami mendirikan shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami.’ Allah berfirman, ‘Pergilah kalian, siapa diantara kalian yang di dalam hatinya masih ada seberat dinar keimanan maka keluarkan dia.’ Dan Allah mengharamkan bentuk mereka dalam neraka.

Maka mereka datangi kawan-kawan mereka sedangkan sebagian mereka telah terendam dalam neraka. Ada yang sampai telapak kakinya, setengah betisnya, sehingga mereka keluarkan siapa saja yang mereka ketahui. Kemudian mereka kembali dan Allah berkata, ‘Pergilah kalian sekali lagi. Dan siapa yang kalian temukan dalam hatinya seberat atom keimanan maka keluarkanlah dia.’ Maka, mereka keluarkan siapa saja yang mereka kenal.’

Rasulullah berkata, ‘Jika kalian tidak mempercayaiku maka bacalah. ‘Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seberat biji sawi pun. Jika ada kebaikan maka Allah melipatgandakan balasannya.’ (Qs. An-Nisa : 40).

Maka para nabi, malaikat, dan orang-orang yang beriman, semuanya memberi syafaat. Kemudian Allah Al-Jabbar berkata, ‘Syafaat ku masih ada.’ Lalu Allah menggenggam segenggam dari neraka dan mengentaskan beberapa kaum yang telah terbakar. Mereka kemudian dilempar ke sebuah sungai di pintu surga yang bernama sungai kehidupan sehingga mereka tumbuh dalam kedua tepinya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam genangan sungai yang kalian sering melihatnya di samping batu karang dan samping pohon, apa yang diantaranya condong kepada matahari maka berwarna hijau, dan apa yang di antaranya condong kepada bayangan maka berwarna putih.

Lantas mereka muncul seolah-olah mutiara dan dalam tengkuk mereka terdapat cincin-cincin. Mereka kemudian masuk surga hingga penghuni surga berkata, ‘Mereka adalah utaqa Ar-Rahman (Orang-orang yang dibebaskan Arrahman). Allah memasukan mereka bukan karena amal yang mereka lakukan dan bukan pula karena kebaikan yang mereka persembahkan sehingga mereka memperoleh jawaban, ‘Bagimu yang kau lihat dan semisalnya’.

 

Dikutip dalam buku Al-Lu’lu Wal Marjan, Mutiara Hadist Sahih Bukhari dan Muslim. Cara  Melihat  ALLAH di Akhirat Hadist ke-115.

 

 

-Riana Ratno Juwita-

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah CIREBON:

Lokasi 15Km Gerbang Tol Kanci. 13 Km Pesantren Buntet. 1,6 Km Jalan Propinsi. 1,7 Km Kantor Kecamatan Karang Wareng. 1,7 Km Pukesmas Karang Wareng. 1,8 Km Polsek Karang Wareng. 20Km dari pantai utara.

Tanah kavling 500m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Jogging Track

Agro Wisata & Wisata Air

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Sekolah enterpreneur. Dan lainnya

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 250Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

120jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa Riba)

 

Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

 

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

Riana Ratno J

0857-5906-7712

 

IMG-20170406-WA0017-01

DIBUKA KAVLING RESORT KAMPOENG KURMA DIWILAYAH JASINGA BOGOR!

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru, telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah JASINGA BOGOR :

Lokasi 5Km dari Cigudeg (rencana ibu kota kabupaten Bogor). 2,5Km dari terminal antar kota antar provinsi Jasinga. 7Km dari stasiun kereta api Tenjo. Berbatasan langsung dengan Jl. Provinsi

Tanah kavling 400m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Agro Wisata Kurma

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Kolam renang terpisah ikhwan/akhwat

Sarana olah raga berkuda

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 200Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

 114jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa riba)

 Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

 

Riana Ratno J

0857-5906-7712

 

IMG-20170406-WA0017-01

DIBUKA KAVLING RESORT KAMPOENG KURMA DIWILAYAH SIRNASARI dan TANJUNG SARI BOGOR

Berkerbun kurma sambil investasi. Aman, selalu untung, berkah dan syari.

Bagi anda yang sedang berpikir investasi terbaik apa dimasa sekarang dan masa depan. maka jawabannya adalah berkebun kurma di Kampoeng Kurma. setelah terjual lebih dari 2000 kavling resort kampoeng kurma. kini kami membuat gebrakan baru telah dibuka kembali kavling resort Kampoeng Kurma di 4 wilayah baru, salah satunya adalah SIRNASARI dan TANJUNG SARI BOGOR :

Lokasi sekitar 20Km dari sukaresmi, atau 18km dari alfamart indomart (yang berdampingan) Jl. Cariu, 3Km dari Jl. Transyogi. 1Km dari Gunung Geulis. 1 Km dari Air Terjun Cikuningan.

Tanah kavling 400m2

Free 5 bibit kurma (random)

Free perawatan pohon kurma sampai belajar berbuah

Potensi income 30jt-90jt pertahun perpohon dari hasil kurmanya

 

FASILITAS :

Jalan 6-12m

Agro Wisata Kurma

Pondok Pesantren Tahfidz Quran, GRATIS

Islamic center

Gedung serbaguna

Kolam renang terpisah ikhwan/akhwat

Sarana olah raga berkuda

Sarana olah raga memanah

Bumi perkemahan tahfidz quran

Pasar rakyat

Kavling bisa dibangun resort

 

HARGA : 200Jt

DISCOUNT MENJADI :

79,5Jt (Untuk skema pembayaran cash keras)

114jt  (Untuk skema pembayaran kredit 1 Tahun, Tanpa Riba)

 

Harga sudah termasuk pengurusan PPJB dihadapan notaris AJB, SHM, balik nama dan pajak penjual dan pembeli. Harga belum termasuk kelebihan tanah. Harga sudah termasuk Booking fee (BF).

 

Mari Beli Kavlingnya

Silahkan Bangun Resortnya

Nikmati Kebun Kurmanya

 

jadilah pemeran utama dalam upaya merubah perekonomian umat muslim di dunia. jadilah pemeran utama dalam menciptakan lingkungan islami. dan mencetak generasi terbaik hafidz quran. caranya dengan menjadi bagian dari mereka yang telah berinvestasi!

Jika Bukan Sekarang, kapan lagi!

Jika Bukan Kita, Siapa lagi!

 

Hubungi Segera :

Riana Ratno J

0857-5906-7712

IMG-20170406-WA0022-01

IMG-20170406-WA0017-01

 

Untuk mu, yang sedang dan pernah kehilangan

Mendapatkan apa yang tidak kau sangka akan memilikinya

Berkata Syaikh Mutawalli Asy Sya’rawi : “Jika Allah mengambil dari mu sesuatu yang tidak kau sangka, kelak Allah akan memberi mu sesuatu yang tidak kau sangka akan memilikinya”

Tidak jarang, masing-masing dari kita merasa kecewa dengan hebat saat sesuatu yang kita inginkan tidak bisa kita dapatkan. Tidak jarang kita memprotes jalan yang sudah Allah gariskan untuk setiap hamba-Nya. Manusia boleh berencana dengan hebat, namun percayalah bahwa sebaik-baik perencana tetap hanya Allah.

Berapa sering kita mengeluh saat jalan yang kita arungi nyatanya tidak kita sukai. Berapa sering kita mengutuk diri jika ternyata kenyataan tidak pernah sesuai dengan yang kita harapkan.

Tahukah kita, bahwa ada sesuatu hal yang menurut kita baik, namun tidak baik dalam pandangan Allah. Dan ada sesuatu yang kita berpikir bahwa hal tersebut bernilai baik untuk kita, namun nyatanya bernilai buruk di mata Allah. Allah mengetahui, sedang kita tidak.

Jika saat ini keinginan kita tidak Allah berikan, percaya saja bahwa bukan berarti Allah tidak menginginkan hal itu terjadi kepada kita, melainkan Allah ingin menggantikan sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan dengan sesuatu hal yang terbaik untuk kita. Baik bukan dalam jangka satu atau dua hari, namun dalam jangka yang sangat panjang.

Mengapa setiap dari kita sering merasa kecewa saat kehilangan?
jawabannya hanya satu, karena kita merasa bahwa apa yang kita miliki adalah sepenuhnya milik kita. Kita meng-klaim bahwa sesuatu itu adalah hak kita. Padahal, tanpa kita sadari, yang memiliki segala sesuatu di dalam kehidupan kita hanyalah Allah. Lalu kita? Kita adalah orang-orang yang Allah titipkan atas segala nikmat yang kita terima.

Mengapa kita sering sekali kecewa atas usaha yang telah kita lakukan?

Karena kita, terlalu mengedepankan sebuah harapan. Harapan yang kita taruh tidak pada tempatnya, sehingga saat demikian yang kita dapat adalah sumber kekecewaan. Bukankah, kunci hidup bahagia adalah banyak memberi dan sedikit berharap. Karena itu, saat kita membalikan dua kunci tersebut, maka yang kita rasakan hanyalah terluka, kecewa, dan sebagainya.

Adakah yang pernah merasakan kehilangan? Kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam hidup kita, yang kita sendiri bahkan tidak pernah menyangka akan kehilangan sesuatu itu. Pada saat itu terjadi, kita akan merasa terluka sedemikian hebat, terkadang kesal dan mungkin ingin menangis. Maka, menangislah saat itu juga, namun esok dan seterusnya ubahlah tangisan dengan sebuah rasa percaya diri, dengan sebuah keyakinan bahwa apa yang Allah ambil dari sisi kita, bukan berarti kita tak pantas memilikinya, melainkan ada sesuatu pembelajaraan berharga yang ingin Allah tunjukan kepada kita dari kehilangan tersebut.

Mengapa Allah menguji?

            Sebab kita diciptakan memang untuk di uji. Di uji dengan hal-hal yang harus kita kerjakan atas kewajiban kita sebagai seorang hamba. Dan di uji dengan hal-hal yang semestinya kita tinggalkan. Sebab dunia diciptakan seperti senda guraw semata.

Mengapa Allah menguji dengan sebuah kesedihan?

Ah, marilah berhenti berpikir bahwa ujian hanya berbentuk kesedihan, kesusahan atau kekecewaan. Sebab ternyata kesenangan yang kita dapatkan pun termasuk sebuah ujian di dalam kehidupan. Yang terberat dalam kehidupan adalah ujian kesenangan yang Allah berikan kepada kita, sebab jarang sekali orang-orang kembali kepada Allah saat dalam masa demikian.

Jika hari ini kesedihan melanda kita, maka percayalah bahwa kali ini kebahagiaan bukanlah porsi yang pas untuk kita. Boleh saja, saat kita diberikan kesenangan, kita akan melupkan siapa yang memberi kesenangan tersebut. Namun boleh jadi, saat kesedihan menimpa, kita dengan hebat kembali kepada Allah.

Sebab itulah, mari kita belajar dari setiap ujian yang Allah berikan kepada kita. Yakinlah, bahwa setiap yang terjadi selalu ada hikmah yang tersembunyi yang akan kita ketahui, dan saat kita mengetahui hikmah tersebut, maka kita akan berkata “Maha Baik Allah telah memberi jalan yang demikian kepada ku”.

Lalu, mengapa sampai saat ini aku tidak pernah merasakan hikmah dari ujian dan kesulitan yang aku hadapi?

            Mari menengok pada cermin, sudah seberapa jauh kita berusaha ikhlas menerima setiap jalan yang Allah takdirkan untuk kita. Barangkali, hikmah belum kita dapatkan sebab kita masih memaksa menginginkan sesuatu yang tidak Allah izinkan terjadi dalam hidup kita. Barangkali hikmah belum kita dapatkan, karena tanpa sadar kita tetap memaksa mewujudkan satu hal yang Allah bilang “Itu tidak baik untuk mu”. Maka jawabannya adalah hati kita, sudah seberapa ikhlas atau sudah seberapa hebat kita mencoba ikhlas menerima semua ketetapan-Nya, maka saat kita sudah demikian, kita akan tahu hikmah apa yang tersembunyi dibalik sebuah ujian.

Untuk setiap dari kita yang hari ini mungkin sedang di uji, orang tua kehilangan anaknya, atau anak kehilangan orang tua, istri kehilangan suami, atau suami kehilangan istri, setiap dari kita yang mungkin sudah sepenuhnya berusaha untuk menyempurnakan agama, namun pada akhirnya kandas karena alasan yang mungkin bisa saja tak kita mengerti, atau yang hari ini sedang bersedih karena sebuah pekerjaan, karena pendidikan, dan masih banyak hal lainnya. Mari kita sama-sama belajar, bahwa Allah tidak akan pernah keliru memilihkan jalan untuk setiap hamba-Nya. Bahwa Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui, yang terpenting untuk kita adalah tidak berhenti berusaha dan berdoa, jika Allah telah memberi kita jawaban, maka terimalah dengan baik. Sehingga setelah itu, akan  ada banyak kebaikan yang kita dapatkan tanpa kita duga. InsyaaAllah.

Allah tidak pernah menjanjikan hari-hari tanpa kesedihan, tawa tanpa sedih, panas tanpa hujan. Tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk menghadapi hari-hari sulit, hiburan untuk tangisan, dan petunjuk untuk menjalani kehidupan.

Sesuatu dalam kehidupan sifatnya sementara, jika berjalan dengan baik, nikmatilah. Karena hal itu tidak berlangsung lama. Jika tidak berjalan baik, jangan khawatir, karena hal itu tidak akan berlangsung selamanya.

 

KAMPOENG KURMA JONGGOL, Part 1

PERCAYA ATAU TIDAK?

Percaya atau tidak, bahwa saat ini Indonesia telah menjadi salah satu perbincangan hangat oleh negara-negara di luar sana. Mengintip pada kekayaan Indonesia yang luar biasa, membuat negara lain terus menerus menempatkan posisinya masing-masing di dalam negeri ini.

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan yang amat dahsyat, mulai dari tanahnya, sumber airnya, pepohonannya, sawah-sawahnya, gunung-gunung miliknya..

Saat ini, mungkin kita masih bisa menikmati sumber air, tanah yang subur, beras hasil dari petani kita sendiri, sayur-sayuran dari hasil bercocok tanam sendiri, dan masih banyak yang lainnya yang jika diuraikan tak cukup satu hari.

Namun lambat laun, mungkin saja semua yang kita lakukan sendiri kelak akan diambil alih oleh negara lain, sehingga yang kita lakukan hanya menjadi seorang pembeli dari hasil karya mereka di luar sana. Padahal kita tahu betul bahwa tidak ada yang mustahil segala sesuatu untuk diwujudkan di negeri yang kaya ini.

Sebagian hal sudah terjadi di negeri ini.

Kelak, saat hal demikian sudah sepenuhnya terjadi, maka yang kita lakukan adalah Menggigit jari.

Kita, pasti tidak ingin hal tersebut terjadi di negeri kita sendiri. Maka solusi terbaik dari masalah ini apa? Dan siapa? Apakah presiden harus sepenuhnya menjaga NKRI. Jika demikian saya katakan betul, karena beliau memang sudah seharusnya seperti itu. Namun, menurut pandangan saya sendiri, bahwa garda terdepan yang wajib menjaga NKRI adalah Masyarakatnya sendiri. Sehebat apapun kekuatan yang di miliki tidak akan berpengaruh jika yang melakukan hanya satu atau dua orang, namun kekuatan sekecil apapun yang kita miliki, namun saat semua bersatu untuk menyatu padukan kekuatan, maka percayalah, hal kecil tersebut akan berubah menjadi sesuatu yang besar.

AMANKAN TANAH KITA, DENGAN BERTANI

        Sebelum semua lahan di negeri ini di ambil alih oleh negara asing, maka amankan lahan kita dengan bertani, yang punya uang banyak silahkan beli tanah seluas-luasnya, jadikan sebagai modal usaha untuk merebut kembali seutuhnya negara kita. Bisa tidak? Percayalah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Bukankah mencintai negeri sendiri adalah sebagian dari iman. Maka lakukan yang terbaik untuk NKRI

RUBAH PEREKONOMIAN MUSLIM

Miris sekali saat kita melihat dan mendengar kabar duka dari saudara muslim kita di Rohingya, Syiria, dan sekitarnya. Yang habis-habisan disiksa, dan dibunuh. Tidak pandang perempuan atau laki-laki, anak-anak atau orang dewasa, mereka semua terus menerus menyiksa saudara kita tanpa rasa prikemanusiaan. Apakah kita akan diam saja? Setidaknya kita bantu dengan merubah perekonomian muslim, jika hal itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan kita dapat membantu saudara kita di sana.

BAGAIMANA CARANYA DAN APA SOLUSINYA?

selain berdoa, kita juga perlu berusaha. Mari kita bertani, menanam pohon kurma di negeri sendiri bersama kampoeng kurma jonggol, dengan lahan milik kita sendiri. Buka lahan seluas-luasnya, agar tidak ada kesempatan untuk negera lain mengambil alih lahan kita.

“Mengapa harus kurma?”

BERKERBUN KURMA SAMBIL INVESTASI, Aman, selalu untung, berkah dan syar’i.

Kurma adalah buah khusus yang tertulis didalam Alquran. Kurma banyak manfaat untuk kesehatan, buah kurma ini berasal dari timur tengah. Bahkan Rasulallah itu sangat gemar mengkonsumsi Air Naqi’ ; air rendaman (infused water) kurma/kismis. Kurma atau kismis di rendam dalam air masak semalaman (dalam wadah yang bertutup) dan diminum keesokan paginya. Air naqi’ ini merupakan kegemaran Rasulallah Shallallahu alaihi wasallam. Nabi merendam beberapa butir kurma di dalam air matang dalam wadah bertutup selama 12 jam.

Selain itu, Imam Bukhari dan Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah besabda : “Jika kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri, hendaklah ia bergegas menanamnya”.

“Memang bisa ya Kurma tumbuh di Indonesia?” :

Berdasarkan literatur yang kami peroleh yang diterbitkan Badan Pangan Dunia PBB atau yang biasa kita kenal dengan FAO (Food and Agricultural Organization). FAO melakukan penelitian tentang kurma yang ternyata dari hasil penelitian tersebut, Indonesia adalah wilayah yang cocok untuk budidaya Pohon Kurma.

Kurma saat ini telah teruji bisa ditanam di daerah khatulistiwa. Rata-rata di Indonesia bisa mulai berbuah 4-10 tahun. Jika kita ingin melihat, mari berkaca dari Thailand.

“Apa saja yang ditawarkan Kampoeng Kurma Jonggol?”

  1. Investasi murah meriah kebun kurma, luas kavling 500m² harga sudah termasuk booking fee dan surat-surat
  2. Skema kredit 100% Syariah selama 1 tahun (tanpa riba, tanpa denda, tanpa akad-akad batil) sudah termasuk booking fee dan surat-surat
  3. Tanpa DP, tanpa Ribet
  4. Legalitas aman
  5. Sarana jalan minimal 6-12m
  6. Fasilitas lengkap :
  • Pondok Pesantren dan Masjid Tahfidzul Quran Gratis
  • Islamic Center
  • Gedung Serbaguna
  • Kolam Renang Terpisah Ikhwan/Akhwat
  • Sarana Olah Raga Berkuda
  • Sarana Olah Raga Memanah
  • Bumi Perkemahan Tahfidzul Quran
  • Pasar Rakyat
  • Kampus Enterpreneur, dll

Dan tahukah, bahwa pohon kurma mulai berbuah usia 4-10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia 90-100 tahun.

 “Jadi apa yang saya dapat jika saya membeli kavling di Kampoeng Kurma Jonggol?”

  1. Tanah Kavling 500m²
  2. Free 5 Bibit Kurma Ajwa
  3. Free penawaran pohon kurma (sampai belajar berbuah)
  4. Free biaya SHM dan pajak
  5. Potensi income 30-90 juta pertahun, perpohon dari hasil kurmanya. Dalam salah satu penelitian, 1 pohon kurma yang berbuah sepanjang tahun bisa menghasilkan income sekitar 35juta/tahun atau sama dengan income 1 HA kelapa sawit. Dalam satu kavling terkecil yang kami tawarkan 500², bisa ditanami 12 pohon kurma. Itu berarti potensi incomenya sekitar 12x35jt = 420jt/tahun.
  6. Selain dari buah kurma yang dapat kita pasarkan, ternyata masih banyak hal lain yang mampu menjadi penghasilan dari pohon kurma ini. Antara lain adalah :
  • Batang Pohon : penggunaan utama batang adalah untuk kayu, yang pada hakekatnya tidak berkualitas tinggi karena ikatan pembuluh kasar (monocotolydon!) Tetapi memiliki kekuatan tarik yang besar. Penggunaannya Oleh karena itu diarahkan untuk mengeksploitasi karakteristik ini seperti untuk tiang, balok, kasau, palang, gelagar, pilar, dermaga dan jembatan kaki ringan. Untuk tujuan ini mereka dapat digunakan seluruhnya atau terbelah dua atau perempat. Cekung setengah batang digunakan sebagai saluran untuk air, atau panjang pendek untuk mangers dan palung. Digergaji menjadi papan kasar mereka dibuat menjadi pintu, jendela dan tangga untuk rumah

Furniture pedesaan juga telah dibuat meskipun trunkwood, karena struktur vaskular yang kasar, sulit untuk memotong, selesai dan cat. Selanjutnya batang digunakan secara luas dalam struktur pendukung untuk mengangkat air baik itu di kincir air Mesir, yang Sakiyeh atau pada hewan ditarik mengangkat air dari sumur terbuka. Dan akhirnya, batang juga digunakan sebagai kayu bakar.

  • Daun
  • Bunga Jantan
  • Pollen dilaporkan untuk meningkatkan kesuburan.
  • Spathe juga dapat direbus dan suling menghasilkan cairan yang digunakan untuk penyedap minuman panas atau dingin dan juga efektif sebagai pencernaan
  • Tandan kosong, untuk membuat tali yang lebih kuat
  • Getah Kurma
  • Getah daun adalah obat untuk kegelisahan, gangguan ginjal dan luka busuk dan menenangkan gelembung darah benih Burnt dibuat dalam salep untuk borok atau collyrium yang menghasilkan bulu mata yang panjang.
  • Obat-obatan
  • Tunas terminal oleh petani Saharian sawit atau penggunaan serbuk sari untuk meningkatkan kesuburan di Mesir (kuno).
  • Secara medis, direkomendasikan dalam mencuci mulut (aplikasi paling mungkin disukai oleh seorang dokter gigi masa kini); sebagai obat pencahar atau di gynaecologically terkait intervensi, membentuk bagian dari berbagai salep, perban dan resep pada mata dan Plinius melaporkan: “, diterapkan dengan quince, lilin dan saffran ke perut, kandung kemih, perut dan usus, menyembuhkan memar”
  • Peneduh dan hiasan lingkungan

TRENDS DAN PROSPEK

  • Daya tarik wisata.
  • Buah kurma dan produk turunannya sebagai komoditi masa depan
  • Kebutuhan kurma di Eropa, USA, dan sebagian besar wilayah di dunia meningkat.
  • Penyelamatan lahan dari proses gurunisasi dan antisipasi pemanasan global.
  • Industrialisasi kebun kurma untuk memenuhi kebutuhan pangan, bahan baku industri kebutuhan rumah tangga dan bioethanol masa depan.

Mereka yang mulai berinvestasi, tidak sekedar berinvestasi. melainkan turut serta membantu peradaban islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Alquran dari fasilitas pesantren Tahfidz yang menjadi fasilitas di Kampoeng Kurma Jonggol. memulai satu langkah untuk merubah perekonomian umat islam di Dunia. Berusaha mewujudkan lingkungan yang penuh dengan Sunnah. 

JADILAH BAGIAN DARI MEREKA! 🙂 

Note : 0857-5906-7712

Pengabdian Sederhana

LANGIT TIDAK AKAN SELALU SAMA

Seperti layaknya cuaca, terkadang jalan hidup selalu tidak menentu, tidak tahu akan berujung sesuai yang diharapkan atau malah sebaliknya. Kita hanya mampu memprediksi dugaan-dugaan yang mungkin saja salah. Kita hanya bisa berkhayal, lalu kembali menikmati sebuah kenyataan.

Tapi inilah roda kehidupan yang telah terancang dengan baik, apa yang kita dapat adalah sesuai dengan usaha yang telah kita lakukan. Banyak orang yang terlena dengan mimpi-mimpinya, hingga lupa cara untuk mewujudkannya. Banyak orang sibuk menceritakan tentang sebuah mimpi besar dalam hidup mereka, hingga mereka lupa untuk menunjukannya kepada setiap orang.

Sama halnya seperti aku, wanita dengan sejuta mimpi yang besar, hidup dengan imajinasi, menikmati dan menanti waktu menunjukan seperti apa masa depan itu. Baik atau buruk. Kesibukan yang terbilang aneh. Menanti masa depan tanpa melakukan perubahan.

Langit seakan sendu siang itu, aku hanya menatap pilu pada selembar amplop coklat yang ku genggam. Sebuah mimpi yang telah ku perjuangkan, namun kalah dengan sebuah takdir. Hebat bukan?

Aku menyeka keringat berkali-kali. Ah bukan, sepertinya ini hanya tetes air mata atas sesaknya sebuah kenyataan yang harus dijalani. Layaknya siswa lainnya, aku pun memiliki mimpi untuk bisa merasakan bangku perkuliahan, tentunya di universitas yang selalu menjadi perbincangan hangat diantara siswa-siswa lainnya.

Tiga hari berlalu, tidak ada lagi kesempatan bagi ku untuk mewujudkan mimpi besar setelah lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas.

“Sudah tidak bisa, semua berkas sudah masuk ke universitas” kata guru yang saat itu menjelaskan panjang lebar tentang keterlambatan ku mengumpulkan berkas persyaratan.

Ya, beberapa bulan setelah ke lulusan sekolah. Aku mendapatkan beasiswa di universitas ternama, tentunya itu adalah tempat yang telah ku nanti-nanti sejak dulu. Aku selalu membayangkan hebatnya aku saat menggunakan almamater di universitas tersebut.

Satu langkah menuju garis finish. Ya, bisa dikatakan seperti itu. Tuhan mengubah jalan yang hampir saja ku dapatkan, Ia membuat mimpi hebat ku seakan hancur begitu saja. Padahal sejatinya, Ia hanya sedang menunjukan satu jalan yang luar biasa.

Kegagalan yang membuat ku tidak ingin lagi memimpikan bangku perkuliahan, aku mulai fokus terhadap sebuah pekerjaan. Saat itu, pekerjaan apapun ku jalani. Boleh jadi, ini adalah pengalihan dari rasa kecewa yang luar biasa.

Bayangkan saja, ketika kita akan menggapai sebuah mimpi yang sudah terlihat di depan mata, yang sudah kita perjuangkan sejak lama. Namun  tiba-tiba gagal hanya karena satu alasan, entah alasan itu penting atau tidak. Tapi kegagalan tersebut terkadang akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak sama. Dan pada saat aku berada di posisi tersebut, aku menyerah dan berhenti. Tidak lagi mencoba.

WISHES

Bagaimana pun itu, sebesar apapun kekecewaan yang dirasa. Hebatnya, hati selalu membangkitkan semangat untuk tetap bangkit. Terutama, Tuhan mulai mengirimkan orang-orang yang terus menyemangati, memberikan nasihat dan motivasi. Sejujurnya, hal itu memang tidak berpengaruh cepat terhadap diri, namun lambat laun hati akan luluh menerima.

Satu tahun berlalu, rasa kecewa tidak sesakit dulu. Namun tetap saja, terkadang rasa takut atas kejadian tersebut selalu saja hadir kembali, meniciutkan nyali yang belum mantap.

“Rasa takut itu alami, ia akan ada pada diri setiap manusia. Hanya saja, rasa takut bisa kita atasi dengan, melawannya!”

Dan aku, mulai kembali menyusun setiap mimpi, dengan baik.

DREAMS BOOK

Masih terlalu ragu untuk memulai kembali dengan mimpi-mimpi besar, adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku. Saat itu, aku hanya merancang semuanya secara umum, tidak runtut seperti tempo lalu. Padahal, Tuhan tidak pernah melarang kita untuk bermimpi dengan hebat.

“Punya mimpi jangan ketinggian, jalani saja apa yang ada”

Entah mengapa, aku membenci kata-kata tersebut. Bagiku, kata tersebut hanya pantas di ucapkan oleh orang-orang pecundang.

Kata pepatah, bermimpilah dengan tinggi, agar saat kau terjatuh, kau terjatuh diantara bintang-bintang.

HIDUP ADALAH KENYATAAN BUKAN HAYALAN

Lari dari sebuah kenyataan, lalu hebatnya aku dihadapkan dengan kenyataan baru. Terkadang, permasalahan selalu membantu kita untuk menemukan satu cerita luar biasa di dalam kehidupan.

Aku mulai memasuki bangku perkuliahan, bisa dikatakan ini adalah hal yang biasa saja. Tidak menyenangkan, tidak membanggakan. Itulah hal-hal yang selalu ku pikirkan. Belajar sekedarnya, kuliah, lulus, dan bekerja. Tidak  ada hal yang lebih berkualitas.

Saat setiap mahasiswa berlomba-lomba menciptakan prestasi di awal perkuliahan, aku malah sebaliknya. Bermalas-malasan, tidak perduli mengerti atau tidaknya sebuah mata perkuliahan. Setiap hari, yang ku lihat dari mereka adalah semangat menggebu tentang prestasi, prestasi yang di ukur dari segi nilai. Dan aku, tidak tertarik akan hal itu.

Seperti orang yang rugi, duduk dan mengisi absen, lalu pikiran tidak pernah ada di tempat, seakan ia mewujud layaknya Ruh yang kehilangan jasad. Terbang kesana kemari, mencari-cari solusi agar hidup tidak selamanya berjalan seperti ini.

Perlahan, Tuhan mulai mengirim kembali jalan atas permasalahan yang tidak pernah bisa aku pecahkan. Jalan yang hebat yang membuat ku akhirnya berfikir dan bersyukur.

MOVE ON, JADILAH PRIBADI YANG BARU

Pada akhirnya, aku pergi dan tidak sekedar menanti jawaban atas permasalahan. Aku mencoba mencari solusi, menangkan diri, menjauh dari lingkungan yang tidak ku sukai. Perjalanan di mulai, aku hanya tersenyum lega saat memutuskan untuk meninggalkan bangku perkuliahan sementara waktu, tidak perduli akan hancurnya nilai-nilai ku. Yang ku tahu, bahwa diri ku tidak boleh membeku dalam keadaan.

Tuhan selalu adil, Ia memberikan solusi saat kita berusaha mencari, Ia menunjukan jalan dengan cara yang indah, tanpa kita sangka dan tanpa dapat kita duga. Ah iya, saat itu aku hanya di kelilingi hawa nafsu tentang gengsi, berfikir fatal tentang sebuah kesuksesan. Mengukur kesuksesan hanya dengan ukuran nominal uang, dengan lingkungan yang berkwalitas menurut pandangan ku.

Lari dari kehidupan yang tidak ku sukai, memulai cerita baru dengan menjadi seorang guru muda, tepatnya sebagai seorang relawan di salah satu sekolah dasar yang letaknya di desa pesisir pantai Yogyakarta. Bisa dikatakan, aku adalah orang yang sedikit keras kepala. Jika dilarang, maka akan aku lakukan. Sama halnya sepeti saat ini, semua orang melarang ku untuk pergi atas alasan-alasan yang tidak jelas, tapi dengan begitu semangat ku untuk menuai cerita baru seakan menggebu.

SENYUM SEMANGAT

“Selamat pagi bu guru cantik, sudah sarapan hari ini?” kata seorang murid, sebut dia nanda, anak yang tidak pernah absen menyapa ku setiap pagi.

“Sudah dong, kamu sudah sarapan?” kataku kepadanya.

“Sudah, seperti yang bu guru katakan, bahwa membiasakan sarapan akan baik untuk kita. Ya kan?” ia kembali bertanya kepadaku.

“Betul sekali, masih ingat syaratnya apa?”

“Tidak boleh terlalu banyak, secukupnya. Karena yang berlebihan itu tidak baik hehe” nanda mengulang perkataan ku tempo lalu.

Aku tertawa mendengar perkataannya, rasanya saat ia memanggilku dengan sebutan “Bu Guru”, seakan hati ini tidak ikhlas mendengarnya. Bagaimana mungkin seorang yang lari dari kenyataan dikatakan sebagai Guru, padahal saat itu aku hanya menjadikan mereka sebagai pelarianku saja. Jahat sekali bukan.

Saat itu, senyum mereka mempengaruhi cara berfikir ku tentang kehidupan. Bagaimana pun, suka atau tidak, kehidupan harus tetap dijalani dengan sebaik-baiknya.

MEREKA

Bahagia mereka, adalah saat dimana mereka masih bisa melihat ku. Itulah kata yang ku dengar dari murid-murid ku. Aku hanya diam, termenung memikirkan kalimat sederhana namun memiliki banyak makna. Bagaimana mungkin seorang pengecut seperti ku mereka jadikan sumber kebahagian.

SIAP-KAH KITA?

Bukan lagi tentang persoalan mimpi-mimpi yang gagal, tapi tentang bagaimana kita akan meneruskan lagi mimpi baru, mimpi yang lebih hebat. Jalan yang di lalui akan tetap sama, hanya saja ceritanya yang akan berbeda.

Terkadang, kita terlena dengan sebuah pencapaian, hingga kita lupa terhadap proses yang ternyata menjadikan kita berbeda. Pencapaian bisa disebut dengan bonus atas usaha yang dilakukan.

SESUATU YANG KECIL NAMUN BERNILAI BESAR

Keikhlasan terkadang mampu meluluhkan hati, sama halnya seperti yang mereka lakukan, mereka menunggu, mereka bahagia, mereka menanti-nanti waktu-waktu bersama ku. Atas keikhlasan tersebut, mereka meluluhkan hati yang begitu di kuasai oleh hawa nafsu.

Aku mulai mencintai mereka, memikirkannya, menanti pagi agar dapat kembali berjumpa. Menikmati sore dengan berjalan-jalan di sebuah pantai. Aku bercerita banyak tentang ku, dan mereka bahagia mendengarnya. Lalu, aku menceritakan lingkungan ku. Dan mereka bermimpi agar bisa menjadi seperti ku.

Aku terdiam, mendengar mimpi-mimpi mereka, yang mereka katakan ingin seperti ku. Ah, tetap. Kamu harus lebih baik, menjadi seorang pemberani, tidak seperti ku, yang selalu lari dari sebuah masalah.

NEW DAY

Pagi yang indah, saat aku masih bisa memanfaatkan sisa waktu dengan mereka. Terhitung hanya satu bulan saja aku mengajar di desa ini.

“Bu guru, ini adalah ladang sayur milik warga setempat. Disini juga ada ladang milik bapak ku” kata natalia, seorang murid kelas 3 SD, ia menunjuk pada salah satu lahan.

“Kamu suka bantu bapak disini?” kata ku kepada natalia.

“Aku hanya melihat bapak, kata bapak aku tidak boleh turun melakukan pekerjaan bapak”

“Kenapa?”

“Tidak tahu hehe. Nah nanti kalau bu guru mau sayur, bilang saja ya. Akan ku bawakan gratis untuk bu guru”

“Oh ya, bu guru harus foto disini. Buat kenang-kenangan” Ia langsung saja meminta kamera yang ku genggam, memotret ku berkali-kali, setelah itu ia tersenyum lebar dan berkata bahwa saat aku kembali ke jakarta, aku harus kembali untuk mengunjunginya lagi, nanti.

STORY

“Bu guru, setiap tahun selalu ada persembahan makanan untuk penghuni laut disini. Aku selalu senang jika ada acara itu, pantai akan menjadi ramai, air akan kembali naik, bu guru harus bisa menikmatinya nanti, di jakarta tidak ada yang seperti ini kan?”

PANTAI DEPOK, YOGYAKARTA

Kerinduan terbesar, adalah saat ternyata waktu untuk kita sudah selesai. Tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi ceria, tidak dapat lagi mendengar debur ombak yang seakan menjadi merdu, mengiringi gelak tawa kita di pantai Depok, Yogyakarta.

Bola dengan lihainya menari-nari diatas pasir, kita ikut bersorak gembira, dan aku memotret kalian dari balik kesedihan atas akan terjadinya perpisahan. Pada saat itu aku mengetahui, bahwa kalian pun adalah sumber semangat ku kini.

TRUE?

“Bu guru, saat aku besar nanti. Aku akan menjadi sepertimu. Menggunakan jilbab, menjadi periang dan mengajar di desa plosok. Hati-hati ya, jangan lupa terus kirimkan kabar untuk kami, tapi bisa tidak kalau bu guru tinggal disini saja hehe?” katanya kepada ku.

“Ya, kamu harus lebih hebat dari pada aku oke. Gigi mu sering sakit bukan, jadi jangan lupa gosok gigi ya. Nanti jika aku menemuimu lagi, gigi mu sudah bagus”

“Siap, aku tidak akan lupa gosok gigi lagi” Ia membenarkan posisinya dengan sikap sempurna.

LONG LIFE LEARNER

Dari sini, aku mengerti tentang hal yang harus selalu aku syukuri. Saat aku merasa bahwa hidup teramat pilu untuk ku, tapi pada kenyataannya diluar sana lebih banyak orang yang mengharapkan berada di posisi ku.

Aku tidak ditakdirkan untuk menikmati bangku perkuliahan dengan jurusan khusus yang akan membawa ku menjadi seorang guru. Tapi inilah hidup, akan selalu ada kejadian yang tidak pernah kita sangka. Seperti halnya saat ini, Tangan Tuhan bekerja untuk mewujudkan sebuah cita-cita mulia “Menjadi Seorang Guru”. Ia memberi ku kesempatan hebat pada saat aku lari dari sebuah kenyataan, Tuhan mengajarkan ku banyak hal dalam moment ini. terutama tentang cara untuk terus bersyukur atas segala karunia dari-Nya.

Saat kita tidak mampu menjadi orang-orang hebat yang menggratiskan biaya pendidikan, yang membelikan mereka baju-baju baru, atau mainan-mainan baru, maka tetap berikan mereka semangat yang tiada artinya. Terkadang, dengan mudah mereka akan melupakan tentang materi yang kita berikan, tapi semangat dan motivasi akan mempengaruhi mereka pada jangka yang panjang, hal kecil menghasilkan sesuatu yang besar. Motivasi.

I’M YOURS

Aku ingin mengukir kata “Maaf“ untuk mereka. Tentang keterlambatan ku menyadari bahwa moment kita ini sangat berharga. Mereka mengajari ku banyak hal. Membuat ku akhirnya sadar, bahwa hidup bukan hanya tentang menjalani hal-hal yang kita sukai. Tapi, ada bagian yang tidak kita sukai namun harus tetap kita jalani dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak pernah tahu, hal mana yang akan membawa perubahan baik dalam kehidupan, hal yang kita sukai, atau sebaliknya.

SENI KEHIDUPAN

Ini adalah sebuah seni dalam kehidupan. Ketika senyum dan tawa mampu mewarnai hari. Ketika kebersamaan mampu mencairkan suasana yang hampa. Mereka bilang, aku memberikan kebahagiaan untuk mereka, memberikan warna pada pagi hari. Tanpa mereka sadari, bahwa mereka lah jembatan awal perubahan ku.

ORANG YANG BERILMU DAN TIDAK BERILMU

“Bu Guru, aku bosan untuk belajar. Apa lagi belajar matematika“ kata mereka kepada ku.

Lalu, aku menceritakan tentang dua orang yang berilmu dan tidak berilmu. Menjelaskan bahwa di masa depan, kita tidak akan terus bergantung pada orang tua. Aku mengulas sedikit tentang mimpi, tentang cita-cita dan tentang usaha untuk mencapainya.

Dan mereka senang mendengarkan apa yang ku ceritakan, lalu mereka memutuskan untuk tetap belajar. Itulah hebatnya mereka, selalu memiliki cara agar aku mampu menghadapi apapun lebih sabar lagi. Mereka memperlihatkan bahwa hidup bukan hanya tentang ku saja, tapi juga tentang mereka.

FEEL

Anak kecil itu tidak akan pernah berbohong. Saat mereka senang, maka mereka akan menunjukannya. Dan saat mereka bersedih, mereka juga akan menunjukannya.

SAAT AKU MEMUTUSKAN, MAKA AKU HARUS MENYELESAIKANNYA DENGAN BAIK

Katanya prestasi ku akan turun saat aku terjun untuk menjadi seorang relawan guru muda di daerah pesisir pantai. Tapi hari itu, aku membuktikan, bahwa dengan berbagi tidak akan mengurangi hal-hal tentang kita.

Prestasi ku melesat, aku tidak hanya mendapatkan nilai-nilai baik, tapi juga mendapatkan pengalaman hebat, dan pembelajaran berharga. Selain itu, dimulai dari sini aku memulai perjalanan ku menjadi seorang penulis baru.

Aku mencintai sastra sejak kecil, menikmati dan membuatnya. Selain menjadi guru, aku pun bermimpi menjadi seorang penulis hebat, walau pun Tuhan belum mengantarkan ku pada masa tersebut.

Namun, siapa yang akan menduga jika perjalanan ini ternyata mengantarkan ku untuk berkarya. Terhitung setelah pengabdian ku menjadi seorang guru, aku mulai menikmati perkembangan baik dari karya ku. Mulai dari lomba-lomba yang ku ikuti tentang kepenulisan. Kemudian pencapaian atas terbitnya satu buah buku sebelum umur ku menginjak pada usia 20 tahun. Dan yang terpenting adalah, aku berjumpa dengan para penulis lainnya.

Karya pertama ku memberi banyak pembelajaran, aku menerima banyak masukan dari para pembaca, aku senang mendengarnya, lalu berusaha mengkoreksi cara penulisan ku setiap waktu.

Aku terus berjalan, meraih banyak penghargaan pada tahun 2015 yang lalu, terus belajar untuk mengembangkan cara penulisan ku. Semua itu tidak lain berawal dari pelarian semata, namun Tuhan nyatanya ingin membantu ku menemukan jalan yang telah lama ku telusuri.

HANYA DIA

Bagi-Nya, tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita yakin, maka selama itu pula apa yang kita inginkan akan berjalan baik, bukan tanpa ujian, pasti akan ada pembelajaran-pembelajaran hebat.

Hidup akan terus berjalan, sekali pun kita menyerah. Hidup akan terus berputar cepat, tidak perduli kita tertinggal jauh atau tidak. Maka, berusahalah dengan baik, karena boleh jadi, semangat mu adalah semangat mereka, bahagia mu adalah bahagia mereka.

Aku mulai mengerti, bahwa hidup tidak  selalu memberikan kita tentang hal yang kita cintai, tapi kita perlu belajar untuk mencintai setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Aku mulai menyadari, bahwa ujian akan membuat kita kuat dalam menghadapi kehidupan selanjutnya. Karenanya, aku bersyukur masih diberikan sebuah masalah yang akhirnya memberikan ku banyak sekali pembelajaran.

Sebuah cerita singkat dari Perjalanan  yang dimulai tahun 2014,  Lokasi SDN Sono Yogyakarta, Kretek Bantul.            

Bermimpilah Dik, At Yogyakarta

Flashback, mengenang masa lalu. Tentang sebuah cerita yang disajikan dengan hangat kedalam kertas kosong, bertuliskan kata-kata sederhana yang berharap mengandung banyak makna. Tangan mungil itu masih saja sibuk memainkan keyboard bergambar doraemon pada handphone miliknya. Handphone yang berumur kurang lebih satu tahun tiga bulan dua hari yang ia beli saat pertama kali mendapatkan gaji pertama sebagai karyawan swasta.

Gadis berjilbab sederhana itu sebut saja rain. Dengan tinggi tubuhnya sekitar 160 centimeter, dan berat badan 55 kilogram. Ia masih terus sibuk memantau layar handphone yang sedari tadi ramai oleh grup-grup miliknya. Sembari terus menunggu kabar yang membuat ia nyaris tak bisa tidur tiga hari tiga malam, ia langsung saja membuka koper merah yang letaknya tidak jauh dengan rain. Lemari berukuran sedang yang terbuat dari kayu jati ia buka. Tangan kanannya sibuk memindahkan baju-baju yang akan ia masukan kedalam koper merah miliknya. Dan tangan kirinya sibuk mencoret list peralatan yang akan ia bawa.

4 N-O-V-E-M-B-E-R 2014

Kisah bersejarah pun dimulai. Dengan sigap rain mulai menenteng koper merah miliknya. Koper yang akan menemaninya selama satu bulan dalam perjalanan yang begitu berkesan, perjalanan yang pertama kalinya rain lakukan selama ini. Rain adalah salah satu mahasiswa semester awal di universitas swasta kota bekasi.

“Hallo mah, mah rain mau berangkat nih. Mau nitip oleh-oleh apa.” Percakapan yang terjadi antara rain dengan ibunya melalui telepon genggam.

“rain, kamu tuh baru mau berangkat. Pulang aja masih lama” celetuk ibu rain.

“hehehe rain lupa”

“Rain ayoooooooooooooooo!!! Kereta sebentar lagi berangkat” teriak arin dari jauh, arin adalah sahabat rain yang sama-sama akan memulai perjalanan dengan rain.

“mah rain berangkat ya, mama hati-hati dan jaga kesehatan. Assalamualaikum” telepon pun berakhir, rain segera lari menemui tiga orang teman yang sudah menunggu rain sedari tadi. Ada arin, nandito, dan juga andre.

Jam ditangan tengah menunjuk pada angka 14.00 wib, tepat siang itu rain dan teman-temannya telah berada didalam gerbong kereta KA bengawan jurusan pasar senen – lempuyangan. Tujuan rain dan teman-temannya adalah kota Yogyakarta, Kretek Bantul untuk memulai cerita dengan singkat selama 30 hari. Tas-tas besar dan koper milik mereka mulai tersimpan rapih diatas rangkaian besi yang berada dikereta. Andre dan nandito duduk sedikit jauh dengan rain dan arin. Sedangkan arin dan rain duduk bersebelahan dengan dua keluarga kecil yang membawa anak-anaknya.

Keramaian yang terjadi didalam kereta pun dimulai saat pertama kali kereta meniupkan peluitnya sebagai tanda bahwa kereta akan segera melesat pergi meninggalkan stasiun awal. Keramaian akibat mesin-mesin dan obroln-obrolan hangat yang terjadi didalam kereta.

Rain hanya asik memandang jendela kereta, menyaksikan kota demi kota akhirnya ia tinggalkan. Stasiun demi stasiun mulai terlampaui, perlahan kereta pun menjauh dari kota dengan sejuta polusi dan kesibukan. Ketenangan mulai terasa, kesejukan mulai merasuk kedalam jiwa saat kereta mulai memasuki stasiun brebes. Dimana banyak sekali sawah berhektar-hektar yang menghiasi pemandangan kota tersebut.

“ada yang hampir kita lupakan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Syukur kepadaNya. Tentang keindahan dan ketenangan yang ia berikan kedalam jiwa. Tentang alam yang indah. Tentang langit yang begitu luas tanpa ada tiang-tiang yang menopangnya. Ciptaan yang begitu sempurna, tanpa ada cacat didalamnya. Hanya ada tangis bahagia ketika kita sadar, bahwa dunia ini hanya titik dari indahnya Syurga. maka bersyukurlah untuk bahagia yang tak pernah bisa diungkapkan”

            Fotret alam pun rain abadikan dengan kamera kecil miliknya, rain hanya tersenyum ketika menyaksikan semua keindahan alam yang tersaji secara gratis ini. Senja mulai menguning, burung berterbangan memainkan melodi-melodi indah dengan kicauan-kicauannya, bersaut dengan burung-burung yang lain, para petani mulai merapihkan cangkul-cangkul miliknya. Bergegas pergi meninggalkan aktivitas.

Bumi mulai gelap, hiasan lampu-lampu sederhana berjajar rapi disetiap sudut kota dan desa. Suara kodok dan jangkrik tak terdengar akibat mesin kereta yang nyaris membuat pendengaran rain bising dibuatnya.

Pukul 21.31 Wib, kereta siap berhenti distasiun lempuyanagan. Tujuan dari segala harapan dan cita-cita yang rain genggam dari keberangkatannya dikota asal, ada yang hendak ia ekspresikan selama satu bulan nanti, yaitu sebuah perubahan kecil yang berharap akan merubah sesuatu yang besar.

Tas dan koper perlahan mulai diturunkan satu persatu oleh andre, andre adalah salah satu penanggung jawab dalam perjalanan selama satu bulan kedepan. Langkah kaki mulai turun, meninggalkan tempat duduk yang nyaris tak menyisakan apapun. Keluar dan kemudian memandang indah tulisan megah yang terhias oleh cahaya lampu “Selamat Datang di Kota Yogyakarta”.

 

E-K-S-P-E-D-I-S-I 27 D-E-S-A P-E-S-I-S-I-R

Rain dan ketiga kawannya tadi adalah salah satu dari sekian puluh para mahasiswa yang bergabung kedalam kegiatan yang diadakan oleh kampus miliknya. Kegiatan mengabdi disekolah-sekolah pesisir selama satu bulan lamanya. Kegiatan yang akan mengajarkan banyak hal kepada rain. Mengajarkan arti berbagi, arti memberi dan arti saling melengkapi. Rain terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang akan mengajar disekolah pesisir daerah Yogyakarta, tepatnya dikota kretek bantul.

Hari dimulai, dengan bekal yang tidak terlalu memadai, rain dan teman-temannya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Maklum saja, mereka bukan berasal dari jurusan khusus untuk menjadi guru, jadi tentu saja cara mengajar mereka akan sedikit berbeda dengan mahasiswa yang pada dasarnya terlahir sebagai sarjana pendidikan.

Almamater kebanggan mulai rain gunakan, kerudung sederhana mulai ia rapihkan, dengan celana hitam berbahan katun yang ia gunakan, ia siap melangkah maju untuk memulai hari bersama anak-anak sekolah desa pesisir.

Pagi yang begitu indah, hijau gunung terlihat begitu jelas, ramainya bangku sekolah dasar oleh anak-anak yang berusia 7 sampai dengan 12 tahun. Langkah kaki rain mulai tertuju pada satu kelas, yaitu kelas III sekolah dasar yang menjadi tempatnya bertugas untuk satu bulan kedepan. Dan rekan-rekan rain yang lainnya menjalankan tugas yang sama dikelas yang berbeda. Gemetar kaki rain melangkah, saat semangat anak-anak membuat rain nyaris berlutut menangis.

“Selamat pagi adik-adik yang cantik dan ganteng” teriak merdu rain di depan ruang kelas III.

“Pagi kakak” sambut hangat dari mereka bocah-bocah kecil yang begitu semangat memulai hari demi hari.

Perkenalan pun dimulai, rain mulai mempresentasikan dirinya kepada adik-adik kelas dengan gaya bahasa sederhana yang membuat murid kelas III nyaris terhipnotis oleh rain. Berbagai permainan rain berikan untuk mengawali hari pertama mereka. Hari dimana semua terkenang begitu mendalam didalam kepala anak-anak murid kelas III sekolah dasar.

Sesekali rain menyelipkan berbagai motivasi dari permainan yang rain beri, yang membuat semua anak-anak murid dikelas tersebut membuat berbagai mimpi. Mimpi-mimpi yang akan menjadikan mereka besar. Mimpi-mimpi yang akan membawa mereka kedalam kehidupan yang sesungguhnya. Mimpi-mimpi yang mereka tulis kedalam satu kertas yang rain ajarkan kepada mereka dengan kata “DREAMS BOOK”.

Satu persatu mereka mulai menulis satu persatu mimpi, mimpi yang nyaris membuat rain menangis. Mimpi yang indah, yang tertulis dari tangan-tangan tak berdosa, dari tangan-tangan mungil yang mengharapkan keadilan dari negeri ini. Keadilan untuk mereka yang hidup diplosok kota, yang jauh dari telepon genggam, yang jauh dari globalisasi yang sekarang nyaris membuat anak-anak seumuran mereka dikota sana sibuk memainkan gadget. Hey, lihat anak-anak ini. Mereka asik menuliskan berjuta mimpi diatas kertas yang hampir sobek akibat hujan yang mengguyur beberapa hari lalu. Hujan yang membuat atap sekolah mereka bocoh.           

“kakak, aku bercita-cita ingin menjadi dokter boleh tidak kak?” celetuk salah satu murid berumur 8 tahun bernama asiyah.

boleh sekali sayang, kamu tulis semua cita-citamu apapun itu ya” jawab rain dengan bola mata yang berkaca-kaca.

“bagiku, mimpi adalah jembatan hangat yang Tuhan berikan untuk semua hambaNya. Mimpi yang masih bisa diciptakan oleh siapapun, kalangan apapun, tak memandang jabatan dan ekonomi. Mereka, adik-adik kecil dengan sejuta semangat dan sejuta mimpi begitu banyak mengajariku arti bersyukur yang sesungguhnya. Bagaimana mungkin mereka tak mengeluh dengan fasilitas sekolah yang seadanya ini. Sedangkan diluar sana, banyak mereka yang membuang waktu dan mengabaikan fasilitas pendidikan yang jauh lebih baik.

            Mimpi itu, jembatan indah yang diciptakan oleh semua anak-anak muridku disini. Mimpi yang membuat mereka semangat pergi kesekolah. Mimpi yang mereka jadikan tombak sebagai alat menuju masa depan.

            Bermimpilah dik, kau akan sampai pada mimpimu”

            Ada yang berteriak dan bertanya setelah menuliskan mimpi-mimpi diatas kertas miliknya. Sebut dia dengan dena, murid laki-laki berumur 8 tahun yang memiliki saudara kembar yang kini duduk disampingnya.

“kak, kalau sudah buat mimpi. Apa yang harus aku lakukan buat wujudin mimpi ini” pertanyaan polos dari dena. Dengan nada yang begitu lembut rain menjawab ;

“dengarkan apa kata kakak ini ya, setelah kalian menulis semua mimpi ini. Kakak mau kalian memasang mimpi-mimpi kalian ditembok kamar kalian. Baca setiap hari setiap kalian ingin pergi kesekolah dan kemana pun. Dan jangan lupa berdoa, agar Tuhan mengabulkan dan mewujudkan mimpi-mimpi kalian. Jangan lupa belajar dengan tekun dan ulet ya. Mudah bukan?.” Jelas rain kepada murid-murid kelas, dan mereka bersorak gembira atas penjelasan mudah yang rain jelaskan kepada mereka. Karena hal tersebut menurut mereka adalah hal yang mudah dilakukan, sehingga mereka siap untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

***

Hari terus berlalu, semua yang terbaik telah rain berikan kepada mereka. Hingga akhirnya tak terasa waktu pun berakhir. Pengabdian di desa kretek bantul yogyakarta telah berakhir. 30 hari berlalu begitu cepat. Berlalu dan terlewati dengan banyak sekali aktivitas yang rain, arin, nandito dan andre berikan untuk pendidikan di desa kretek. Rasa cinta dan kasih tumbuh dihati mereka, murid-murid yang pernah rain ajarkan tentang mimpi, tentang bagaimana cara mewujudkan mimpi tersebut, tentang alam, tentang Tuhan, tentang semua yang ada dibumi. Dan mereka mulai mencintai rain layaknya kepada seorang kakak yang tak pernah bosan mengajarkan adik-adiknya.

Hari terakhir mengajar, lebih kepada perpisahan. Hari ini sekolah membebeaskan kita mahasiswa untuk memberikan acara-acara yang sudah kita persiapkan sejak awal. Tepat pukul 12.30 wib, setelah sholat dzuhur, rain mulai memasuki ruang kelas III. Ruangan yang dulu begitu ramai dan ceria kini menjadi hening, dan sunyi. Hanya ada isak tangis yang terdengar dari murid-murid yang telah tahu bahwa hari ini rain akan kembali pulang ke kotanya. Dari keheningan tersebut, rain kembali meminta kepada murid-murid untuk menuliskan lagi mimpi-mimpi barunya, mimpi-mimpi yang akan membuat mereka menjadi pribadi yang luar biasa dikemudian hari.

“bermimpilah sesukamu” terngiang kata sederhana dibenak murid-murid yang kini sibuk menulis mimpi mereka dengan tulisan-tulisan yang dibuat seindah mungkin, nyaris tak percaya; saat perlahan rain membaca mimpi-mimpi mereka, mimpi-mimpi mereka telah berubah setelah satu bulan rain mengabdi sebagai guru di sekolah pesisir ini.

“aku ingin seperti kak rain. Sekolah di kota, pakai seragam dari kampus, dan menjadi guru yang menyenangkan”

“aku ingin seperti kak rain, yang selalu menyuruhku semangat belajar, dan selalu mengajarkanku tentang indahnya bermimpi”

“aku ingin seperti kak rain, setiap lihat kak rain, aku semangat”

“aku ingin seperti kak rain, yang nanti akan mengajar di kota orang lain”

“aku ingin seperti kak rain, yang selalu ceria, lucu, cantik dan terus memakai jilbab cantiknya”

Mimpi-mimpi yang mereka tulis membuat rain terdiam dan menangis, memeluk satu persatu dari mereka. Memberikan sejuta semangat untuk mereka, memberikan isyarat kepada mereka bahwa kelak mereka harus menyusul rain kekota besar, ibu kota jakarta. Sesuai mimpi mereka.

“memberi tak harus dengan materi, semangat yang kau beri akan berdampak besar terhadap siapapun yang menerimanya. Memberi tak harus dengan materi, kau tersenyum ikhlas pun akan membuat pengaruh besar terhadap jiwa seseorang. Memberi tak harus memiliki segalanya, apa yang kau punya. Berikan. Kau punya semangat, kau punya cerita indah dan kau punya Tuhan yang akan tetap mencukupimu untuk tetap memberi”

“Tuhan akan memberikan hasil terbaik jika kau melakukan sesuatu dengan usaha maximal dan doa”

“hargai waktu yang ada, Kau akan menuai hasil yang indah walau tercipta dari kata-kata sederhana”

“bersyukurlah, maka dengan bersyukur Tuhan akan terus menambah nikmatmu”

“bermimpilah setinggi-tingginya, karena saat kau terjaut. Kau terjauh diantara bintang-bintang”.

Sejuta rindu untuk murid-murid ku di desa kretek bantul Yogyakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA PENULIS

 

 

Nama               : Riana Ratno Juwita

TTL                 : Purwakarta, 21 Juli 1995

Alamat                        : Kp. Cilampahan RT05/02 Des. Sukajaya Kec. Sukatani

Kab. Purwakarta Jawa Barat

No HP             : 0857-5906-7712

E-mail              : RianaratnojuwitaSGM@yahoo.com

Judul               : Bermimpilah, dik.

Travel Story : Rock Climbing, Badega Gunung Parang Purwakarta

Hidup itu akan selalu bertemu dengan sebuah tantangan hebat, dan pada saat kita mampu melewati tantangan tersebut, kita akan bertemu dengan satu hal yang luar biasa di dalam hidup kita.

Berbicara soal tantangan, berarti berbicara juga tentang hal-hal yang akan menguji adrenalin kita. Ternyata, munguji adrenalin tidak hanya terjadi dalam kehidupan biasa, namun bisa di lakukan dalam salah satu olah raga yang akan membuat kita benar-benar merasakan sensasi luar biasa.

Rock Climbing – Badega Gunung Parang, kali ini saya mendapat tantangan dari salah satu teman saya yang selalu memaksa agar ditemani menuju tempat panjat tebing yang katanya terdengar bahwa panjat tebing di Badega Gunung Parang Purwakarta, adalah panjat tebing yang masuk kedalam urutan 10 (sepuluh) besar tebing tertinggi alam di Dunia. Wow.

Jujur saja, tempat ini sudah menarik perhatian saya sejak jauh hari. Singkat cerita, akhirnya saya memutuskan untuk segera berkunjung dan menikmati tantangan hebat disana. Sebelum melakukan perjalanan untuk menuju Badega Gunung Parang Purwakarta, saya lebih dulu melakukan pendaftaran atau konfirmasi kehadiran kesalah satu pemandu panjat tebing di Gunung Parang via media sosial. Sebut saja dia si-akang.

Di Gunung Parang, kita bisa melakukan petualangan dengan hiking, lalu bisa juga melakukan uji adrenalin dengan melakukan rock climbing melalui via ferrata, dan bisa juga mengenal budaya dan adat istiadat sunda disana, tepatnya di kampung Cihuni, Desa Sukamulya Kec. Tegalwaru, Kab. Purwakarta – Jawa Barat.

PERJALANAN

Dari mana pun arah berangkat kita, jika tujuannya adalah Gunung Parang, maka pastikan kita berhenti di Ciganea Purwakarta. Saat itu perjalanan sudah di mulai, saya berangkat bersama dua rekan saya. Sesampai di ciganea, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar Plered dengan menumpangi angkutan umum berwarna hijau, tarif Rp. 8.000/org. Lalu dilanjutkan kembali dengan menumpangi mobil Kijang (angkutan khusus ke Gunung Parang), tarif Rp. 13.000/org.

Perjalanan menuju lokasi kurang lebih satu jam, selama perjalanan kita akan di suguhi panorama pedesaan yang masih asri, dedaunan yang hijau, pemandangan sawah berhektar-hektar, gunung-gunung lain yang terlihat lebih dekat, pemandangan para penggembala sapi dan kerbau. Indah bukan? Sangat indah, karena hal ini sudah jarang kita lihat.

Sesampai di lokasi, kami bergegas melakukan pendaftaran di salah satu saung, disana terdapat dua orang petugas yang bersiap memerintah kita untuk mencatat data diri singkat (tentunya memerintah dengan sikap yang sangat santun).

Kami yang sudah lama tidak menikmati kesegaran alam sangat senang saat tiba di lokasi, disana terdapat kolam ikan khusus memancing, terlihat sawah berhektar-hektar, lalu di tempat yang tidak jauh terdapat para pendaki yang sudah memasang tenda untuk bermalam di sana. Selain itu, sebelum masuk ke tempat berikutnya, di sana juga tersedia mushola sederhana yang terbuat dari bale bambu. Ada pula tiga kamar mandi kecil sebagai fasilitas lainnya. Yang menarik dari kamar mandi disana adalah, ada satu tulisan yang di pajang di tembok-tembok kamar mandi ; “Hanya monyet yang  boleh buang sampah sembarangan” perlu di ingat, HANYA MONYET. hehe

Kami diarahkan untuk berjalan ke saung berikutnya, saung yang lebih besar, disana terdapat pengelola yang kemudian menyambut kami dengan hangat, mereka menjelaskan bahwa di saung tersebut kita bisa memesan makan, minum teh manis hangat atau sekedar ngopi-ngopi cantik untuk menunggu giliran memanjat, karena pada saat itu, jalur panjat tebing sangat penuh.

“Mau via ferrata ya neng?” kata pengelola di saung tersebut.

Via Ferrata adalah taraje beusi atau tanjakan besi yang akan kita coba.

“Iya pak, hehe”

“Sudang konfirmasi ke siapa?”

“Ke kang baban (pemandu kita)”

“Oh kang baban nya masih diatas, neng tunggu saja di saung atas sambil selonjoran”

Kita pun segera berlari menuju saung yang sudah disediakan oleh pengelola. Sejauh mata memandang. Di saung, kami sangat menikmati udara segar pedesaan, selain itu disini juga ternyata masih banyak sekali monyet-monyet yang berkeliaran (mereka tidak mengganggu, selama kita tidak mengganggu juga).

TARAJE BEUSI (VIA FERRATA)

Sekitar satu jam kita menunggu, akhirnya kita mendapat giliran untuk segera melakukan kegiatan Rock Climbing, mulanya kita diberi harness (Perangkat yang terbuat dari tali yang kuat yang biasanya memiliki sabuk pinggang empuk dan lubang untuk kedua kaki, terhubung di depan dan dibelakang, yang digunakan untuk mengamankan tali bagi pemanjat). Carabiner (yang digunakan mengaitkan tubuh pada kawat baja). Lanyard Arm (tali yang menghubungkan carabiner dengan  Energy Absorber yang berfungsi meredam tegangan tali (Lanyard arm) jika kita terjatuh. Helm dan Sarung Tangan. Kemudian, kita diarahkan menuju tower tiga dengan melakukan pendakian terlebih dahulu, dan wow jalanan yang vertical saat proses pendakian menuju tower membuat kami sedikit kehabisan napas. Hihi.

Waktu yang dihabiskan sekitar 30 (tiga puluh) menit, sampailah kita di tower tiga. Gunung Parang memiliki 3 tower, yaitu tower I tinggi jalur panjat sekitar 700 meter. Tower II, sama halnya dengan tower I. Sedangkan tower III terlihat lebih tumpul dan landai.

Tap-tap kita mulai melakukan via ferrata secara perlahan. Dan sangat di sayangkan saat itu awan mulai gelap, langit mulai menjatuhkan air hujan sedikit demi sedikit, sehingga terkadang saat melakukan panjat tebing saya hampir terpleset akibat sepatu yang saya gunakan sedikit licin saat terkena air.

Via Ferrata adalah olah raga yang sangat menguji adrenalin kita. Terutama Via Ferrata di Badega Gunung Parang Purwakarta. Bagaimana tidak? Saat kita mulai menaiki anak tangga, kita seakan seekor cicak yang menempel di tembok.       Keindahan tergambar jelas saat saya memberanikan diri untuk memandang diatas ketinggian 300 meter, sawah berhektar-hektar, gunung-gunung lainnya, rumah penduduk, jalan raya yang bermula besar seakan menciut menjadi kecil. Udara semakin segar, terutama saat hujan mulai turun.

Mulanya, rasa takut nyaris membuat saya ingin menyerah saat perjalanan masih terbilang jauh. Untuk menuju ketinggian 500 mdpl melalui via ferrata di Gunung Parang, kita akan menghabiskan waktu sekitar 2 (dua) jam lebih, dengan ketinggian yang bukan main-main. Namun, berkat pemandu yang super sabar, kang baban terus mendorong kita untuk sampai di ketinggian 500 mdpl. Kami patuh dan terus berjalan, sesampai di ketinggian 500 mdpl kita seakan takjub dengan panorama yang luar biasa, kata salah seorang wisatawan disana, Purwakarta memiliki karakter tersendiri.

Gunung Parang atau Gunung Batu memiliki ketinggian total 963 meter dari permukaan laut. Dengan di apit oleh dua bendungan terbesar di Indonesia, yaitu Bendungan Cirata dan Bendungan Jatiluhur. Menurut masyarakat setempat Gunung Parang ini berkaitan dengan legenda Nyai Ronggeng, Ki Pat Tinggi, Ki Jonggrang dan Mbah Jambrong, dan beberapa lainnya, dan masing-masing legenda tersebut saling terkait dan akhirnya berujung pada Kerajaan Padjajaran.

Setelah selesai melakukan rock climbing, kita segera diminta untuk membayar biaya Via Ferrata, Rp. 100.000/org. selain itu kita juga ditawarkan untuk melakukan panjat tebing ulang di lain hari saat cuaca cerah (musim kemarau) tanpa biaya.

PERJALANAN PULANG

Karena hari sudah gelap, dan jarang sekali ada angkutan yang siap mengantar kami kembali ke pasar Plrede. Akhirnya kami diajak untuk gabung bersama rombongan lain yang membawa kendaraan pribadi.

TIPS MELAKUKAN ROCK CLIMBING

  1. Pastikan anda sedang fit
  2. Jangan gunakan sepatu yang beralas licin, karena akan sedikit membuat anda merasa berbahaya
  3. Usahakan tidak makan 1 jam sebelum melakukan rock climbing
  4. Usahakan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan rock climbing

 

WAJIB DI INGAT!!!

  1. Jangan menyerah, sesuatu yang luar biasa tidak bisa di dapatkan hanya dengan usaha yang biasa-biasa saja
  2. Exis boleh, tapi keselamatan diri jauh lebih utama